18 Cara Mempercepat Windows XP Anda . . .


Posted by: bdautika on: Mei 9, 2007

Home

Jadikan Blog Anda menghasilkan uang dengan Adsense-Indonesia, klik disini untuk detilnya

dealer pulsa,sub-dealer pulsa,agen pulsa,pulsa termurahklik digambar akan membuka Windows baru!!

Berikut adalah tips tambahan dan lebih lengkap untuk mempercepat Windows XP Anda. Ini melengkapi artikel-artikel sebelumya yang membahas seputar mempercepat kinerja Windows XP.

(Kalau masih kurang cepat, waktu memakai komputer sambil berlari ya dijamin cepet :) )

  1. Lakukan defragmentation
  2. Kalau RAM anda dibawah 512M, tambahkan RAM Memori, paling tidak 512 M, supaya aktifitas swaping Harddisk berkurang
  3. Pastikan harddisk anda diformat memakai NTFS. Mengeceknya gampang:
    • Klik dobel My Computer, kemudian klik kanan drive C:
    • pilih Properties, lihat di box, File Systemnya apa, FAT32 atau NTFS
    • Kalau belum NTFS, cara konversinya gampang tidak usah reinstall ulang.
      Caranya begini:

      • Backup dulu data-data yang penting (untuk menghindari kalau terjadi kesalahan2)
      • Klik Start, Run, ketik CMD
      • Pada prompt ketikkan : CONVERT C: /FS:NTFS lalu tekan tombol ENTER
      • Proses akan memakan waktu beberapa saat
      • Sebelum melakukan ini pastikan komputer anda bebas dari Virus
  4. Matikan fasilitas File Indexing. Proses ini sering memakan waktu
    Caranya gampang:

    • Klik kanan drive C:
    • Pilih properties
    • Buang centang pada pilihan: Allow indexing service to index this disk for fast file searching
    • Apply
    • proses akan memakan waktu beberapa saat
    • Jika muncul Access is denied, klik Ignore
  5. Jika memungkinkan, update Video driver anda dengan yang terbaru sesuai chipset anda
  6. Sebulan sekali lakukan disk cleanup.
    Caranya:

    • klik kanan drive C:
    • pilih properties
    • klik tombol disk cleanup
    • hapus seluruh temporary file
  7. Pastikan device IDE ATA/ATAPI menggunakan DMA (Direct Memory Access), caranya:
    • Masuk ke Control Panel, System, klik Hardware, Device Manager
    • Klik dobel pada IDE ATA/ATAPI device, dan pastikan DMA sudah di enable baik yang primary maupun yang secondary.Caranya:
      • klik dobel pada Primary IDE channel
      • klik Advance Setup
      • set Transfer mode ke “DMA if available
      • lakukan pada Secondary channel
  8. Buang semua spyware dari komputer. Gunakan misalnya program gratis dari Lavasoft AdAware atau yang lain. Pastikan anda selalu mengupdate data terbaru.
  9. Buang program-program dan service yang tidak terlalu penting dengan MSCONFIG. Lihat artikel Mempercepat StartUp Windows XP
  10. Uninstal program-program yang tidak terlalu penting dengan Control Panel, Add remove Program
  11. Matikan seluruh fasilitas animasi yang tidak perlu dan disable Active Desktop.
    Caranya:

    the  future search engine that pay you.. its tazoodleSatu lagi Mesin Pencari Masa Depan yang akan membayar Anda

    • Masuk ke Control Panel
    • klik dobel System
    • Klik Advance Tab
    • Pada performace, Klik tombol Setting
    • Kalau mau gampangnya, pilih Adjut for best performance
    • Kalau ingin pilih-pilih, silakan buang centang yang tidak perlu. Tidak usah takut, kalau salah centang tidak akan menyebabkan masalah, ini hanya masalah responsiveness
  12. Pastikan anda hanya menginstall satu program antivirus di dalam PC anda. Program anti virus memakan resources.
  13. Pastikan anda menginstal font tidak lebih dari 500 type. Semakin banyak font yang anda install, maka komputer akan semakin lambat. Cek dari klik Start, Control Panel lalu klik Font
  14. Jangan partisi hardisk anda lebih dari 1, misalnya drive C dan D. Lebih efisien bila anda membuat hanya 1 partisi, misalnya hardisk 80 MB, dipartisi hanya 1 untuk drive C saja.
    NTFS lebih efisien bila bekerja pada sebuah partisi yang besar dari pada beberapa partisi kecil
  15. Check system RAM anda. Gunakan program MEMTEST86. Bisa di download disini. Ini akan membuat disket bootable atau CD bootable. Lakukan test pada RAM, dan pastikan seluruh test lulus minimal 3 pass. Jika program menemui Error, matikan komputer dan cabut salah satu RAM (bila ada beberapa chip RAM), dan lakukan test ulang. Bila masih terjadi error–> ganti RAM anda. Ingat RAM tidak bisa diperbaiki, bisanya cuma dibuang aja dan diganti baru :) .
  16. Pastikan CD atau DVD anda mempunyai driver terbaru. Dan jangan lupa, keluarkan CD dari CD drive bila tidak diperlukan
  17. Paling tidak setahun sekali buka komputer anda, dan bersihkan debu-debu yang ada di dalamnya.
  18. Jika dengan cara-cara ini, komputer masih lambat bin Lelet, rasanya lebih baik kalau Windows XP nya di reinstall ulang. Sebelum reinstall, ingat-ingat: backup data-data penting anda, driver-driver pendukung sudah siap atau belum.

SILAKAN KLIK DISINI Untuk mendapatkan Petunjuk Berbisnis Pulsa!!! (ukuran file 236KB)

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Belajar Adobe photoshop: Efek gelembung ceria


photoshop’ Category
Belajar Adobe photoshop: Efek gelembung ceria
January 20, 2008

Kali ini saya akan berbagi tips editing poto kesayangan anda menjadi lebih ceria dengan memberikan sedikit efek gelembung yang mudah dibuat dengan bantuan software Adobe photoshop, hanya dalam beberapa langkah saja…sebelum memulai….monggo ambil cemilan dulu atau minuman ringannya….mmm teh peresan jeruk nipis enak juga tuh kayaknya

contoh efek gelembung ceria editing adobe photoshop liezmaya.web.id

* Langkah 1:

Silahkan buka aplikasi Adobe photoshop anda, lalu klik File -> OPEN atau bisa lewat shortcut CTRL+O, selanjutnya pilih gambar yang ingin anda edit/ ubah.

* Langkah 2:

Duplikasikanbackground atau gambar utama dengan cara menekan CTRL+J sehingga terbentuklah layer duplikat bernama Layer 1.

* Langkah 3:

Selanjutnya kita akan mengecilkan ukuran foto pada layer duplikasi yang telah kita buat pada langkah 2 dengan antuan tool Transform, Pilih menu Edit -> Transform -> Scale. Ubah parameter W (Width) dan H menjadi 25% atau menurut keinginan anda sendiri, kemudian pilih menu Edit ->Transform ->Perspective, lalu ubah persfektif foto anda dengan memberikan kesan cembung dengan cara menggeser panah disana.

* Langkah 4:

Nah sekarang saatnya membentuk gelembung dari foto kecil tersebut. Pilih menu Elliptical Marquee Tool, buat lingkaran pada foto duplikat (Foto kecil), selanjutnya tekan Sortkat SHIFT+CTRL+I untuk melakukan Inverse, selanjutnya tekan tombol Delete hingga terbentuklah sebuah gelembung kecil.

* Langkah 5:

Monggo tekan CTRL+D untuk menghilangkan area terpilih.

* Langkah 6:

Untuk memberikan kesan gelembung kita harus memfilter gambar kecil kita ini, caranya pilih menu Filter -> Distort -> Sphrize, selanjutnya tentukan Amountnya sebesar 100%, jangan lebih jangan kurang ya!

* Langkah 7:

Langkah selanjutnya adalah memberikan kesan style dengan memanfaatkan Layer style tentunya, Untuk melakukannya silahkan menuju Layer -> Layer style -> Gradient Overlay silahkan ubah Blend Mode menjadi soft light, opacity menjadi sebesar 97%, Gradient dengan foreground to transparent, lalu centang ( ? ) opsi reverse, dan tentukan style menjadi radial.

* Langkah 8:

Masih bermain pada jendela Layer syle, langkah selanjutnya adalah klik pada Blending option, Ubah Blend Mode menjadi Soft light, lalu tentukan distance sebesar 0 (nol), Coke sebesar8, dan size sebesar 13. langkah terakhir centang ( ? ) pada inner Glow lalu klik tombol OK untuk menyelesaikan.

* Langkah 9:

nah sekarang jadi deh gelembung cerianya, tapi gak seru kalo gelembungnya cuman ada satu, untuk membuat/ menambah lebih banyak gelembung anda dapat menduplikasikan layer gelembung tersebut, dengan cara mengklik kanan pada layer kecil lalu pilih duplicate layer atau dengan cara menekan tombol Sortcut CTRL+J, kemudian anda dapat mengubah ukuran gelembung gelembung duplikasi tersebut sesuka hati atau menurut selera anda untuk lebih bervariasi.

Selesai. Nah sekarang foto kesayangan anda sekarang nampak lebih ceria dech.

Selamat mencoba kalo ada yang kurang atau ada yang mau ditanyakan monggo langsung dah nulis form komen dibawah ini.

adobe potosop, adob photosop, adob potoshop, tips trik adobe photoshop, belajar adobe photoshop, edob potosop, edob photoshop, edob potoshop, efek adobe photosho, editing image photoshop, imej poto, fotoshop.

Posted in tips dan trik editing adobe photoshop | 18 Comments »
Tips Photoshop: Gambar cat Air
December 19, 2007

Lagi asik liat liatin folder² foto di komputer nich, iseng² ngedit satu dua poto koleksi kampung tercinta saya, secara gitu udah rindu banget sama yang namanya kampung Cidodol hehe yang InsyaAllah bakalan diinjak tanahnya besok sehabis shalat sunat Idul Adha. Langsung lari ke Bandung Ciparay:) .
Sekarang liez mau nyoba berbagi tips photoshop cara mengubah gambar biasa nampak menjadi gambar yang dilukis dengan cat air, moga ajah kepake. contohnya hasilnya kayak gambar ini nich:

sebelumnya

|

sesudahnya/ hasilnya

Langkah langkah membuatnya cukup mudah kok.

1. Silahkan Buka Photoshopnya, terus Open gambar yang mau di edit.
2. duplikat Layer sebanyak 3x, biar cepet pake sortcut Ctrl+J (Win) / Command+J (Mac) sebanyak tiga kali
3. Layer Visibility icon/ non aktifkan Layer 1 copy sama Layer 1 copy 2 dengan cara mengklik icon mata pada kotak Layer yang ada disebelah kanan (lihat contoh pada gambar paling bawah yang ditandai no 1).
4. Lalu select/ pilih/ klik Layer 1 lalu edit menggunakan Cutout (Filter -> Artistic -> Coutout) atur parameternya menjadi Number of Levels menjadi 4, Edge Simplicity menjadi 4, and Edge Fidelity menjadi 2 atau sesuai selera anda “beda foto kan pastinya beda kebutuhan”😛 setelah itu klik OK
5. Ubah Blen Modenya menjadi Luminosity (lihat contoh pada gambar paling bawah yang ditandai no 2)
6. sekarang select Layer1 Copy, klik icon mata. Setelah itu kita edit menggunakan Dry Brush (Filter -> Dry brush) atur parameternya menjadi Brush Size menjadi 10, the Brush Detail menjadi 10, and the Texture menjadi 3
7. ulangi langkah no. 4 yaitu mengubah Blend Modenya tetapi menjadi Screen
8. sekarang select Layer1 Copy2, klik icon mata. Setelah itu kita edit menggunakan Median (Filter -> Noise -> Median) atur radiusnya menjadi 12 pixel atau sesuai selera/ kebutuhan Foto anda.
7. Langkah terakhir adalah megubah Blend Modenya menjadi soft Light.
contoh tab sebelah kanan pada photoshop
Selesai…Selamat mencoba, maaf ya Liez masih belajar hehe

adobe potosop, adob photosop, adob potoshop, tips trik adobe photoshop, belajar adobe photoshop, edob potosop, edob photoshop, edob potoshop, efek adobe photosho, editing image photoshop, imej poto, fotoshop, tutorial adobe photoshop.

Tags:tips adobe photoshop, tips photoshop
Posted in potosop, tips dan trik editing adobe photoshop | 26 Comments »

*
Search:
*

You are currently browsing the archives for the tips dan trik editing adobe photoshop category.
*
Pages
o About
o DownLoad
o Kata kata Mutiara
o SiteMap
o Gallery²
o GueSTBooK
o Me & My Contact
o Kamus Sunda
o Link
o Stats
*
Archives
o February 2008
o January 2008
o December 2007
o November 2007
o October 2007
o September 2007
o August 2007
o June 2007
o December 2006
o June 2006
*
Categories
o apaan yah? (14)
o bandung kuring (1)
o belajar nulis (2)
o cerpen (1)
o islam (2)
o kisah nyata (3)
o mikir dikit (2)
o ngacapruk (16)
o nyenengin telinga (1)
o plugins (1)
o potosop (1)
o refleksi (5)
o sok puitis (1)
o tips dan trik editing adobe photoshop (2)
o tuanku (3)
o Uncategorized (3)
o wordpress (1)

Blog at WordPress.com.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

TROUBLESHOOTING KOMPUTER


TROUBLESHOOTING KOMPUTER

Komputer sudah merupakan alat bantu yang tergolong penting saat ini, kita ambil salah satu
contoh pada kegiatan perkantoran, tentunya dengan adanya komputer maka pekerjaan dapat
diselesaikan dengan lebih cepat. Sebagai pengguna atau pemakai komputer tentunya kita juga
pernah mengalami masalah dengan komputer. Hal tersebut dapat diakibatkan adanya
ketidaksesuaian dari komponen dasar komputer itu sendiri yang biasanya berkaitan dengan
Software (perangkat lunak atau aplikasinya), Hardware (perangkat keras) atau Brainware (si
pemakai komputer).

Pengertian Troubleshooting Komputer
Dalam dunia komputer, segala sesuatu masalah yang berhubungan dengan komputer disebut
Troubleshooting dan timbulnya masalah dalam komputer tentu ada sebabnya. Pada
kesempatan ini kita akan sedikit belajar untuk mendeteksi masalah pada komputer Anda
terutama yang berhubungan dengan Hardware.
Untuk permasalahan dengan Software sebaiknya Anda lakukan pendeteksian sederhana
dahulu seperti pemeriksaan file-file yang berhubungan dengan Software atau spesifikasi
permintaan (requirement) dari Software. Apabila permasalahannya cukup rumit, sebaiknya
Anda install ulang saja Software tersebut, karena akan terlalu rumit untuk memperbaiki
sebuah Software, sedangkan untuk permasalahan dengan Brainware, penulis hanya dapat
memberikan saran “istirahat dulu deh, he…”.

Teknik dalam Troubleshooting
Terdapat dua macam teknik dalam mendeteksi permasalahan dalam komputer, yaitu teknik
Forward dan teknik Backward. Untuk lebih mengenal kedua teknik tersebut, ada baiknya kita
bahas terlebih dahulu definisi dari masing-masing teknik tersebut.
1. Teknik Forward
Sesuai dengan namanya, maka dalam teknik ini segala macam permasalahan dideteksi
semenjak awal komputer dirakit dan biasanya teknik ini hanya digunakan oleh orang-orang
dealer komputer yang sering melakukan perakitan komputer. Pada teknik ini hanya dilakukan
pendeteksian masalah secara sederhana dan dilakukan sebelum komputer dinyalakan (dialiri
listrik). Untuk mempermudah silakan simak contoh berikut :
§ Setelah komputer selesai dirakit, maka dilakukan pemeriksaan pada semua Hardware yang
telah terpasang, misalnya memeriksa hubungan dari kabel Power Supply ke soket power pada
Motherboard.
§ Untuk casing ATX, kita periksa apakah kabel Power Switch sudah terpasang dengan benar.
§ dsb.

2. Teknik Backward
Hampir sama dengan teknik sebelumnya, teknik Backward adalah teknik untuk mendeteksi
kesalahan pada komputer setelah komputer dinyalakan (dialiri listrik). Teknik lebih banyak
digunakan karena pada umumnya permasalahan dalam komputer baru akan timbul setelah
“jam terbang” komputernya sudah banyak dan ini sudah merupakan hal yang wajar. Dapat
kita ambil beberapa contoh sebagai berikut :
§ Floppy Disk yang tidak dapat membaca disket dengan baik.
§ Komputer tidak mau menyala saat tombol power pada casing ditekan.
§ dsb.

Tabel Pendeteksian Masalah
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Faktor-faktor penting sistem Server


Faktor-faktor penting sistem Server

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search

Sebuah server pada hakikatnya adalah sebuah komputer yang memiliki sistem internal (komponen, instrumen dan koneksi) yang mirip dengan sebuah PC Desktop. Jadi arsitekturnya sangat mudah dipahami. Tapi untuk memahaminya, kita perlu mengetahui secara detail arsitektur dan teknologi yang membangun sebuah server.

Sebuah server dengan arsitektur bagian dalam

Sebuah server dengan arsitektur bagian dalam

Dibawah merupakan faktor-faktor penting tersebut, terutama yang berbasiskan teknologi Intel :

Contents

[hide]

//

[edit] Platform

Merupakan kesatuan teknologi secara keseluruhan yang digunakan pada server tersebut, yang mengacu pada produsen vendor tertentu. Dengan kata lain, perangkat dan sistem didalam server sudah ditentukan fabrikasinya, misalnya menggunakan processor tipe A, Motherboard tipe C, memory tipe G dan sebagainya. Benefit platform adalah terjaminnya kompatibilitas perangkat didalam server tersebut, sehingga problem yang akan terjadi akan berkurang dengan sendirinya. Ini juga akan meminimalisir kegagalan sistem yang membuat sistem jaringan komputer menjadi down (lumpuh).

Ada beberapa platform server yang diproduksi oleh berbagai vendor, misalnya Intel, AMD, Sun dan IBM. Sebuah platform yang berbeda (dari vendor berbeda) tidak dapat dipertukarkan fungsinya (non-interchangeable) karena sudah ditata sedemikan rupa pada fungsi tertentu, misalnya : Processor pada platform Sun Microsystem tidak dapat digunakan pada platform Intel, begitupula sebaliknya.

Salah satu contoh platform adalah pada Notebook adalah Intel Centrino Duo. Centrino Duo (generasi Centrino kedua) merupakan nama platform dari Intel yang didalamnya mengandung Processor Intel Core Duo (atau Core 2 Duo), Chipset Intel 945 dan WiFi Card Intel PROSet 3945ABG. Ketiga device ini, yaitu Processor, Chipset dan WiFi Card harus menggunakan tipe seperti diatas sehingga notebook tersebut berhak menggunakan Logo Centrino Duo. Jika salah satu syarat tidak dipenuhi (misalnya menggunakan WiFi Card merek lain), maka Notebook tersebut digolongkan notebook biasa yang kompatibilitasnya tidak dijamin oleh Intel.

[edit] Analogi Platform

Platform ibarat sebuah kota yang menyediakan berbagai infrastruktur yang dibutuhkan oleh penduduknya,. Infrastruktur itu meliputi gedung pemerintahan, rumah sakit, pusat energi listrik, kantor polisi, perumahan, dan sebagainya. Sebuah kota pastilah menyediakan berbagai fasilitas penunjang yang terintegrasi satu sama lain. Itulah yang dimaksud dengan platform.

[edit] Intel Server Platform

Bagian dari Intel Server Platform

Bagian dari Intel Server Platform

Tabel Keterangan dari Intel Server Platform

Intel Server Processor Merupakan jajaran processor yang didesain untuk sistem server yang terdiri dari Intel Xeon & Itanium 2.
Intel Server Board Merupakan Motherboard Server yang mendukung processor Intel diatas beserta arsitektur pendukungnya yang terdiri dari berbagai varian.
Intel PRO Server Adapter Merupakan add-in card modul untuk fungsi-fungsi tambahan pada server, seperti LAN Gigabit menggunakan kabel fiber maupun copper.
Intel Server Chassis Merupakan chassis (barebone) untuk mendukung arsitektur Intel secara keseluruhan, yang terdiri dari model tower, rackmount maupun blade.
Intel RAID Controller Merupakan add-in card modul untuk server yang ingin menggunakan konfigurasi RAID full operation, seperti RAID 5, 10 dan 50.
Intel Management Modules Merupakan add-in card untuk menambahkan fungsi tertentu pada server, seperti remote, hardware healt-monitoring, video (GUI) dan lain-lain.
Intel Server System Merupakan unit server “built-up” dari Intel yang telah dirakit penuh serta memiliki arsitektur terintegrasi yang siap pakai.

[edit] Segmentasi

Server memiliki segmentasi berdasarkan skala ekonomis-nya yang dihitung berdasarkan performa, jumlah klien dan budget yang tersedia. Secara mudah, dibagi menjadi tiga :

  • Value Server. Merupakan server dengan performa standar, jumlah klien dibawah 50 PC dengan budget diantara 5 – 7 juta rupiah. Server ini umum digunakan pada bisnis Usaha Kecil & Menengah (UKM), Warung Internet, On-line Game Center dan lain-lain. Value Server biasanya melayani klien dalam jumlah terbatas dan bersifat lokal.
  • Mid-End Server. Merupakan server dengan performa baik (diatas standar), jumlah klien bervariasi diantara 50u – 100u PC dengan budget sekitar 7 – 14 juta rupiah. Server ini dapat digunakan pada perkantoran kelas menengah, Internet Service Provider (ISP) lokal, manufaktur, dan lain-lain.
  • High-End Server. Merupakan server dengan performa tinggi, jumlah klien diatas 100u PC dengan budget rata-rata diatas 20 juta rupiah. High End server umum digunakan pada perusahaan telekomunikasi, perbankan, asuransi dan lain-lain yang menghubungkan banyak tempat yang terpisah-pisah.

Tabel Segmentasi server berdasarkan jumlah klien dan device yang digunakan

Server
Value Mid-End High-End
Harga 5 – 7 juta rupiah 7 – 14 juta rupiah > 20 juta rupiah
Segmentasi Pengguna Perorangan, UKM, Warnet, Game Center Universitas, Bisnis Menengah, Distributor, ISP lokal Telekomunikasi, Perbankan, Manufaktur, E-Commerce, ISP
Jumlah Klien < 50 clients 50 – 100 clients > 100 clients
Local Network Local & Wide Network Wide Area Network
Processor Intel Pentium 4, Pentium D, Xeon Intel Xeon Dual Core, Quad Core Intel Itanium2
RAM ECC 1 GB – 2 GB ECC Registered / FBDIMM ECC Registered / FBDIMM
Kapasitas 1 GB – 2 GB Kapasitas 2 GB – 8 GB Kapasitas 8 GB – 32 GB
Hard Disk SATA SATA RAID Mode atau SCSI SCSI atau SAS
Kapasitas 120 – 250 GB Kapasitas 250 GB – 750 GB Kapasitas 1 TB – 4 TB

[edit] Cara kerja komputer secara umum

Cara kerja komputer dalam perspektif  Processor, HDD & RAM

Cara kerja komputer dalam perspektif Processor, HDD & RAM

Secara sederhana cara kerja sebuah komputer adalah sebagai berikut :

  • Pada komputer, terdapat 3 komponen utama yang terlibat dalam proses alur kerja secara umum yaitu Processor, RAM dan HDD. Ketiganya dapat kita sebut sebagai komponen utama.
  • Saat kita pertama kali menyalakan sebuah komputer, maka komponen yang pertama kali bekerja adalah Processor. Processor berfungsi mengolah data menjadi sebuah informasi, dan untuk melakukan itu dibutuhkan data yang umumya disimpan didalam HDD.

Tapi proses diatas memiliki satu masalah yang serius, yaitu perbedaan teknologi antara Processor dan HDD yang membuat performa keduanya berbeda jauh. Processor merupakan komponen digital yang bekerja sangat cepat dalam satuan gigabytes / detik, sedangkan HDD merupakan perangkat mekanis (semi digital) yang bekerja dalam satuan megabytes / detik. Sebagai perbandingan, pengolahan internal Processor memiliki Clock Speed mencapai 3 GHz (atau 1/3 miliar per-detik), sedangkan HDD memiliki pengolaham setara dengan 15K (atau 15000 putaran per-menit). Perbedaan performa ini tentu membawa masalah, karena processor akan terus-menerus membutuhkan pasokan data dari HDD, tapi HDD selalu terlambat memberikannya.

Untuk itu diciptakan komponen RAM untuk menjembatani masalah ini. RAM merupakan memory berkecepatan tinggi karena seluruhnya bekerja dengan proses digital seperti processor. Dengan RAM, maka data-data yang dibutuhkan processor dengan cepat bisa diberikan karena berjalan dalam arsitektur bus yang sama dengan Processor (Front Side Bus). Jadi fungsi RAM adalah jembatan data antara processor dengan HDD.

Tabel Kelebihan dan kekurangan Processor, RAM & HDD

Kelebihan Kekurangan
Processor Kecepatan tinggi Bersifat Volatile
Teknologi Digital Berharga Mahal
RAM Kecepatan transfer sama dengan Processor Bersifat Volatile
Teknologi Digital Kapasitas data terbatas
HDD Bersifat Non-Volatile Kecepatan relatif rendah
Kapasitas data besar Teknologi mekanis (semi digital)

Menurut satu studi di internet, apabila satu komputer tidak memiliki RAM maka waktu yang dibutuhkan untuk membuka tampilan pertama Windows XP adalah selama 3,5 bulan ! Jadi dapat disimpulkan bahwa RAM memang merupakan salah satu perangkat terpenting pada komputer selain dari Processor.

[edit] Apakah komponen penting sebuah Server?

Seperti keterangan diawal, server sesungguhnya adalah sebuah model komputer layaknya PC Desktop, yang didalamnya mengandung kemiripan sistem dan proses. Arsitektur server juga memilliki sebuah Motherboard, Processor, RAM, HDD dan lain-lain.

Faktor-faktor penting sebuah Server

Faktor-faktor penting sebuah Server

[edit] Processor

Processor Intel Xeon dan box-packaging

Processor Intel Xeon dan box-packaging

Tak pelak lagi bahwa Processor merupakan komponen terpenting pada sistem server dan komputer pada umumnya. Processor memiliki berbagai fungsi vital seperti pusat pengolahan data dan koordinator yang mengatur kerjasama semua sistem arsitektur yang ada. Dibanding perangkat lain, processor memiliki teknologi paling canggih dan paling mahal.

Pada server sendiri mengenal beberapa tipe processor dan konfigurasi. Misalnya server dengan platform Intel memiliki varian processor Intel Xeon dan Itanium. Processor kelas dekstop seperti Pentium 4, Pentium D, Pentium Dual Core dan lain-lain juga dapat berfungsi sebagai processor server apabila menggunakan motherboard server.

Dibawah ini merupakan faktor-faktor penting sebuah Processor server :

[edit] Core

Core merupakan jumlah core yang terdapat dalam processor. Core adalah inti processor yang berfungsi sebagai mesin pengolah utama aliran data (thread) yang masuk kedalam processor. Semakin banyak jumlah core yang tersedia, maka semakin baik komputer melakukan pengolahan aplikasi.

Saat ini produsen utama processor melipat-gandakan jumlah core agar processor dapat melakukan pengolahan multi-tasking dengan jauh lebih baik. Pada server berbasiskan teknologi Intel, terdapat beberapa varian yang memiliki jumlah Core yang disebut sebagai Single Core (jumlah core tunggal), Dual Core (jumlah core dua buah) dan Quad Core (jumlah core 4 buah) pada satu keping Processor.

Era Core dimulai sejak Intel merubah arsitektur dasar (mikro) dari komputer yang mereka buat. Sebelumnya Intel menggunakan micro-architecture yang disebut sebagai NetBurst, lalu menggantinya dengan micro-architecture Core seperti sekarang. Arsitektur Core diklaim memberikan kinerja yang lebih tinggi & daya yang lebih hemat. Micro-architectur merupakan teknologi inti yang membentuk processor secara keseluruhan.

Processor Intel  Xeon

Processor Intel Xeon

[edit] Manufacture

Manufacture merupakan teknologi integrasi yang berkaitan dengan proses manufakturarisasi inti processor. Inti processor sendiri dibentuk dari jutaan transistor yang bekerja secara parallel, dan yang dimaksud dengan manufacture adalah jarak antar transistor didalam inti tersebut. Semakin banyak jumlah transistor yang digunakan, maka semakin tinggi performa processor tersebut. Selain itu, semakin banyak jumlah transistor yang digunakan maka jarak antar transistor semakin rapat. Manufacture umumnya menggunakan satuan jarak “micron” (atau 10^-6 meter) atau Nanometer (10^-9 meter).

Manufacture melambangkan perbedaan generasi dari processor yang dibuat, karena pada dasarnya sistem manufacture melambangkan keberhasilan teknologi yang dibuat oleh vendor.

Pada processor Intel server, terdapat beberapa generasi sistem manufacture, yaitu 0.13, 0.18, 0.09 dan 0.065 micron (um). Atau bisa ditulis dengan 130, 180, 90 dan 65 nm (dalam satuan nanometer).

[edit] Clock Speed

Clock Speed merupakan frekuensi clock processor dalam waktu satu detik. Semakin tinggi clock speed artinya performa processor semakin tinggi dalam mengolah data. Clock Speed menggunakan satuan Gigahertz (GHz) dan merupakan sistem pengolahan internal dalam sistem processor.

Misalnya : Sebuah processor Intel Xeon 2.66 GHz artinya memiliki clock speed sebesar 2,66 miliar hertz per-detik. Itu sama dengan gelombang yang terjadi sebanyak 2,66 miliar selama 1 detik. Pada konteks Processor, gelombang (clock) merupakan pembawa bit-bit data diantara lalu lintas sistem komputer. Artinya semakin banyak gelombang yang dihasilkan, maka semakin banyak bit data yang diangkut sehingga berimbas pada performa processor secara keseluruhan.

Karena beberapa faktor, saat ini para produsen processor seperti Intel tidak lagi berfokus pada Clock Speed. Clock Speed selalu berimbas pada suhu processor dan tinggi daya yang digunakan. Semakin tinggi angkanya akan membuat suhu processor semakin panas dan beresiko merusakkan perangkatnya sendiri. Faktor peningkatan daya juga akan membuat server menjadi boros energi. Yang pasti, clock speed bukan satu-satunya faktor yang dapat mendongkrak kinerja processor, karena hal itu juga ditentukan oleh jumlah Core, FSB dan Cache Memory.

[edit] Front Side Bus

Front Side Bus (FSB) merupakan jalur yang menghubungkan Processor dengan memory utama (RAM) dalam satuan frekuensi. Biasanya FSB dilambangkan dengan Megahertz (MHz). FSB merepresantasikan gelombang frekuensi hubungan processor dan RAM. Semua data yang akan diolah processor, baik yang bersumber dari HDD, Graphics Controller dan lain sebagainya harus dikirim melalui RAM. Setelah itu RAM akan mengirimkannya ke Processor untuk diolah. Setelah diolah, data tersebut akan dikirim balik ke RAM dan didistribusikan keseluruh sistem internal yang membutuhkannya. Hubungan antara Processor dan RAM itu menggunakan konteks FSB seperti yang diterangkan diatas.

[edit] Cache Memory

Cache Memory merupakan memori berkecepatan tinggi yang berfungsi menyimpan data sementara yang diperlukan processor. Cache Memory diintegrasikan didalam processor dalam bentuk chip on-die (internal). Dengan adanya cache memory maka data yang sering dibutuhkan processor tidak perlu diambil dari memori utama (RAM). Jadi Cache berfungsi mempersingkat load data yang terjadi antara Processor dan RAM (baca mengenai Cache Memory diatas).

Pada processor (termasuk server) biasanya terdapat dua macam cache memory, yaitu L1 dan L2 Cache. L merupakan singkatan dari Level, yaitu tingkatan cache didalam processor. L1 merupakan cache yang terletak paling dekat dengan inti processor, L2 terletak setelahnya dan seterusnya. Apabila processor membutuhkan data, maka inti akan mencarinya pada L1. Jika tidak ada, maka akan diminta dari L2 dan seterusnya. Jika semua cache tidak menyimpan data yang dibutuhkan, maka data akan diambil dari memori utama (RAM). Dari gambaran ini dapat terlihat jika cache bisa mempercepat kerja processor.

Pada processor Intel Itanium dan Xeon (ada beberapa), juga terdapat L3 Cache.

[edit] Power

Power merupakan daya yang dibutuhkan oleh sebuah processor pada saat beroperasi. Daya memiliki satuan Watt. Di processor Intel sendiri terdapat berbagai daya yang merentang dari 50 watt – 130 watt. Pada server, konsumsi daya merupakan salah-satu faktor penting yang harus diperhatikan.

[edit] Heatsink dan Cooling Fan

Heatsink dan Cooling Fan merupakan modul untuk mengatasi panas yang dihasilkan oleh processor. Panas berlebih tersebut perlu diredam dan dibuang menggunakan Heatsink (logam penyerap) dan Cooling Fan (kipas pendingin). Intel selalu menyertakan modul ini dalam setiap packaged processor server yang mereka produksi sebagai kelengkapan standar.

Pada tipe server yang menggunakan chassis rackmount, biasanya digunakan pendingin pasif yang tidak menyertakan cooling fan agar menekan tempat (space) yang tersedia. Pendinginan pasif yang berbentuk seperti balok logam Heatsink (tanpa cooling fan) ini tersedia pada tipe processor Xeon tertentu yang memang ditujukan untuk chassis rackmount.

[edit] Socket

Lihat pada bahasan Motherboard.

[edit] Processor Number

Processor Number merupakan sistem penamaan processor yang diperkenalkan oleh vendor seperti Intel. Saat ini Intel menggunakan kode-kode bilangan tertentu untuk merepresentasikan spesifikasi detail dari processor yang mereka buat.

[edit] Generasi

Generasi merupakan level generasi processor yang diproduksi. Generasi biasanya merujuk pada perbaikan (revisi) teknologi tertentu pada processor tersebut. Pada processor Intel, generasi biasanya direpresentasikan dengan kode tertentu yang dinamakan Spec# number.

[edit] Analogi Core, Clock Speed, FSB, Arsitektur & Cache Memory

Untuk menerangkan fungsi Clock Speed, FSB, Arsitektur & Cache Memory secara jelas, kita dapat membayangkan sebuah mobil di jalan tol. Saat sebuah mobil memasuki jalan tol :

  • Imajinasikan Clock Speed sebagai satuan kecepatan maksimal mobil (km/jam).
  • Imajinasikan FSB sebagai satuan kecepatan maksimal yang diizinkan ketika melintasi tol (km/jam)
  • Imajinasikan Core sebagai jumlah & kapasitas silinder mesin mobil, semakin banyak jumlahnya semakin baik performanya.
  • Imajinasikan Cache Memory sebagai satuan maksimal kapasitas tangki bensin (liter).
  • Imajinasikan Power sebagai kapasitas daya mobil keseluruhan dalam satuan Horse-power.
  • Imajinasikan Arsitektur sebagai jumlah pintu tol yang tersedia (32 dan 64 pintu).

[edit] Platform Processor Intel

Intel menjual beberapa tipe processor server sesuai dengan fungsi dan segmentasinya. Beberapa processor yang saat ini sedang eksis adalah :

  • Intel® Xeon® processor seri 5xxx Merupakan processor pertama yang mengimplementasikan teknologi “Quad Core (4 core)” untuk menangani pekerjaan dengan volume data besar. Ditunjang dengan performa tinggi, energi yang efisien, reliabel serta dioptimalisasi sebagai mesin pengolah di Data Center. Intel Xeon 5xxx series merupakan Processor generasi baru dengan Micro-architecture Core, sehingga dapat berjalan dengan platform Motherboard dan Chipset generasi baru juga, seperti Chipset 3xxx dan 5xxx series.
  • Intel® Xeon® processor seri 7xxx Merupakan processor yang telah mendukung konfigurasi 4 processor (multi-processing), tapi masih menggunakan Micro-architecture lama, yaitu Intel NetBurst. Processor ini memiliki performa dan kehandalan tinggi. Karena menggunakan teknologi lama, maka processor ini kompatibel dengan sistem motherboard dan chipset Intel lama seperti E8xxx series.
  • Intel® Xeon® processor seri 3xxx Processor server ekonomis (value/entry class) untuk berbagai keperluan. Cocok untuk UKM atau institusi dengan infrastruktur jaringan sederhana. Saat ini sudah tersedia versi Quad Core dan Dual Core.
  • Intel® Itanium® 2 Processor ini merupakan Processor paling “High-End” diantara semua jajaran Processor server Intel. Itanium generasi 2 berbasis RISC dirancang untuk infrastruktur TI yang memiliki pengolahan pusat data yang sangat intensif. Juga digunakan pada komputer sekelas Mainframe dengan performa dan skalibilitas tinggi. Pengguna Processor Itanium2 biasanya datang dari Perusahaan Perbankan/Asuransi dengan jaringan luas, Fabrikasi, Manufaktur yang kompleks, dan sebagainya.

Tabel Karakteristik Processor Intel Xeon Series

Processor Socket Micro-architecture Cahce Chipset Support
Jumlah Tipe
Intel Xeon 3200 series 1 LGA775 Intel Core 8 MB 3000, 3010
Intel Xeon 3000 series 1 LGA775 Intel Core 2 – 4MB 3000, 3010
Intel Xeon 5300 series 2 LGA771 Intel Core 8 MB 5000P, 5000V, 5000X
Intel Xeon 5100 series 2 LGA771 Intel Core 4 MB 5000P, 5000V, 5000X
Intel Xeon 5000 series 2 LGA771 Intel NetBurst 2 x 2 MB 5000P, 5000V, 5000X
Intel Xeon 70000 series 4+ FC-mPGA 604 Intel NetBurst 2 x 2 MB E8501

Tabel Karakteristik Processor Intel Xeon secara detail

Processor Number Cache (MB) Speed (GHz) FSB (MHz) Socket Power (Watt) Dual-core Quad-core
L2 L3
Manufacture 65 nanometer
X7350 8 2.93 1066 MP 130 Yes
L7345 8 1.86 1066 MP 50 Yes
E7340 8 2.4 1066 MP 80 Yes
E7330 6 2.4 1066 MP 80 Yes
E7320 4 2.13 1066 MP 80 Yes
E7310 4 1.6 1066 MP 80 Yes
E7220 8 2.93 1066 MP 80 Yes
E7210 8 2.4 1066 MP 80 Yes
7150N 8 3.5 667 MP 150 Yes
7140M 2×1 16 3.4 800 MP 150 Yes
7140N 2×1 16 3.33 667 MP 150 Yes
7130M 2×1 8 3.2 800 MP 150 Yes
7130N 2×1 8 3.16 667 MP 150 Yes
7120M 2×1 4 3 800 MP 95 Yes
7120N 2×1 4 3 667 MP 95 Yes
7110M 2×1 4 2.6 800 MP 95 Yes
7110N 2×1 4 2.5 667 MP 95 Yes
Manufacture 90 nanometer
7041 2×2 3 800 MP 165 Yes
7040 2×2 3 667 MP 165 Yes
7030 2×1 2.8 800 MP 165 Yes
7020 2×1 2.66 667 MP 165 Yes

[edit] Motherboard (atau Mainboard)

Motherboard merupakan perangkat yang berfungsi mengintegrasikan semua device/periferal server pada satu papan sistem (board) agar saling bekerjasama, seperti Processor, RAM, HDD sampai ke sistem konektor Input/Output (USB, LAN, PS/2 dan lain-lain). Motherboard pasti digunakan pada semua tipe komputer atau perangkat elektronika lainnya. Fungsinya sangat penting, karena pada dasarnya spesifikasi suatu server bergantung dari tipe Motherboard yang digunakan. Kita tidak mungkin menginstalasi suatu device apabila spesifikasi suatu Motherboard tidak menyediakannya.

Contoh : apabila Motherboard menggunakan socket-775 untuk processor, maka kita hanya dapat memasang processor Xeon 3000 series saja karena processor Xeon 5000 dan 7000 series menggunakan tipe socket berbeda.

Motherboard Server dan kelengkapannya

Motherboard Server dan kelengkapannya

[edit] Segmentasi Motherboard Intel

Intel memiliki segmentasi Motherboard server sesuai dengan kebutuhan pengguna sebagai berikut :

  • High Performance Server ditujukan untuk server berkemampuan tinggi, handal & sistem manajemen yang baik. Contoh : Intel Server Board S5000PSL (ROMB/SAS/SATA)
  • Entry Server ditujukan untuk server value yang berorientasi budget, klien terbatas dan performa standar. Contoh : Intel Server Board S5000VA (SCSI), S5000SA (4 DIMM), S5000VSA (SAS)
  • Small Form Factor Server ditujukan untuk server dengan form-factor berukuran kompak & kecil yang cocok untuk casing rackmount yang terbatas. Contoh : Intel Server Board S3000PT, S3210SHLC, S3200SHV

Tabel Karakteristik Motherboard Intel Server

Tipe Motherboard Processors Memory Form Factor
S5000PAL 2 x Multi-Core Intel® Xeon® FBDIMM 8-slot, kapasitas 32GB Rack-Optimized
S5000PSL 2 x Multi-Core Intel® Xeon® FBDIMM 8-slot, kapasitas 32GB Pedestal
S5000VSA 2 x Multi-Core Intel® Xeon® FBDIMM 8-slot, kapasitas 16GB Pedestal
S5000XVN 2 x Multi-Core Intel® Xeon® FBDIMM 8-slot, kapasitas 32GB Pedestal
SE7520BB2 2 x Dual-Core Intel® Xeon® LV DDR2 8-slot, kapasitas 16GB Rack-Optimized
SE7520JR2 2 x Intel® Xeon® DDR 6-slot, kapasitas 24GB Rack-Optimized
SE7320VP2 2 x Intel® Xeon® DDR 6-slot, kapasitas 24GB Rack-Optimized
SE7520BD2 2 x Intel® Xeon® DDR 6-slot, kapasitas 24GB Pedestal
DDR2 8-slot, kapasitas 16GB
SE7320EP2 2 x Intel® Xeon® DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Pedestal
SE7525RP2 2 x C39Intel® Xeon® DDR 4-slot, kapasitas 8GB Pedestal
S3000PT Intel® Pentium® D, Pentium® 4, Xeon® 3000 series DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Rack-Optimized
S3000AH Intel® Pentium® D, Pentium® 4, Xeon® 3000 series DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Pedestal
S975XBX2 Intel® Core™2 Extreme, Core™2 Duo DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Pedestal
SE7230CA1-E 1 x Intel® Pentium® D, Pentium 4, Pentium Extreme Edition DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Rack-Optimized
SE7230NH1-E 1 x Intel® Pentium® 4 DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Rack-Optimized
SE7221BK1-E 1 x Intel® Pentium® 4 DDR2 4-slot, kapasitas 8GB Rack-Optimized
SE7210TP1-E 1 x Intel® Pentium® 4 DDR 4-slot, kapasitas 4GB Rack-Optimized

Tabel Karakteristik komponen arsitektur server

Komponen Dukungan
Chassis Model tower, rackmount dan blade
Socket Processor Dual Socket atau Lebih
Processor Intel Xeon atau Itanium
RAM Dual Channel atau Quad Channel
ECC Registered & FBDIMM
HDD Konfigurasi RAID
SATA, SAS & SCSI
Graphics Controller On-board
Tidak memerlukan resolusi tinggi
Audio Tidak tersedia
LAN Dual LAN connector
Gigabit Ethernet (10/1000/1000 Mbps)
Slot PCI Tersedia PCI-X dan 64-bit
Power Connector 24-pin & 8-pin auxiliary
500 watt – 750 watt
Spesifikasi Motherboard Server

Spesifikasi Motherboard Server

Keterangan :

  1. Socket Processor (Dual)
  2. Slot DIMM untuk RAM DDR2 FBDIMM (8 slot)
  3. Chipset Northbridge (MCH) + Heatsink
  4. Chipset Southbridge (ICH)
  5. Konektor HDD SCSI 80-pin
  6. Konektor ATA (Optical Drive) & Floppy Disk
  7. Konektor Power Supply 24-pin dan 8-pin
  8. Slot PCI Express x4
  9. Slot PCI-X 64-bit 100 MHz
  10. Slot PCI-X 64-bit 133 MHz
  11. SCSI Controller + Heatsink
  12. Integrated Graphics Controller (VGA on-board)
  13. Controller BIOS
  14. LAN Connector (2 unit)
  15. Serial Connector
  16. VGA-Out Connector for Display
  17. PS/2 Connector
  18. USB Connector

Motherboard server umumnya mengandung spesifikasi dibawah :

[edit] Socket Processor

Socket Processor, merupakan tempat dimana Processor dipasang. Pada server platform Intel dikenal tiga tipe socket processor seperti pada tabel dibawah :

Tabel Socket Processor Intel Xeon

Socket Processor
LGA775 Intel Xeon X3000 dan 3000 series
LGA771 Intel Xeon X5000 dan 5000 series
PGA 604-pin Intel Xeon 7000

Keterangan :

  • LGA singkatan dari Land Grid Array, merupakan tipe socket berbentuk kaki pin-pin kecil dalam susunan array. LGA merupakan teknologi baru socket processor yang dikenalkan pada saat era Pentium 4 generasi baru (Pentium 4 lama masih menggunakan Socket pin 478). Dengan LGA, maka processor tidak memiliki pin lagi, diganti dengan titik bola-bola kontak kecil dalam sususan array yang akan langsung terkoneksi di pin socket pada saat pemasangan.
  • PGA singkatan dari Pin Grid Array, merupakan tipe socket berbentuk lubang-lubang kecil dalam susunan array. PGA digunakan untuk Processor yang masih menggunakan kaki pin sebagai kontak-nya. PGA merupakan socket tipe lama yang sudah dikenal pada Processor zaman dulu, seperti Pentium II, Pentium III, Pentium 4 (versi awal), Xeon (versi awal), dan lain-lain.

[edit] Chipset Northbridge (MCH)

Chipset Northbridge (MCH). Baca mengenai Chipset.

[edit] Chipset Southbridge (ICH)

Chipset Southbridge (ICH). Baca mengenai Chipset.

[edit] Slot RAM (DIMM)

Slot RAM (DIMM) merupakan tempat dimana memori atau RAM dipasang. Baca mengenai RAM.

[edit] Slot PCI (Peripheral Component Interconnect)

Slot PCI (Peripheral Component Interconnect). Slot ini berfungsi untuk memasang berbagai Card Module (Add-in Card) yang tidak disediakan oleh sistem motherboard, seperti RAID, SCSI, Gigabit, SAS Controller dan sebaginya. Card tambahan ini diperlukan server untuk meningkatkan fungsinya (baca Scale Up pada Bab 1), karena fungsi tersebut tidak disediakan oleh Motherboard.

Pada beberapa tipe motherboard server lainnya, fungsi-fungsi seperti diatas telah disediakan (di-istilahkan dengan “On-Board”).

Pada server tersedia beberapa tipe Slot PCI, yaitu :

    • PCI (atau disebut PCI version 3.0), memiliki width sebesar 32-bit dan bus 33 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth sebesar 133 MB/s. PCI juga memiliki tegangan sebesar 3.3 Volt.
    • PCI-X memiliki width sebesar 64-bit dan bus 100/133 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth maksimal sebesar 1,014 MB/s. PCI-X memiliki tegangan sebesar 1.5 Volt.
    • PCI-X 2.0 memiliki width sebesar 64-bit dengan bus 266 MHz, sehingga menghasilkan bandwidth sebesar 2,035 MB/s.

Beberapa Add-in card server menggunakan slot PCI-X dan PCI-X 2.0, contohnya RAID Card Controller versi tertentu.

  • PCI Express (disingkat sebagai PCI-e) merupakan generasi terbaru dari PCI. Disebut “Express” karena performa-nya lebih tinggi dari PCI biasa, dengan pengolahan serial. PCI Express merupakan slot pengganti dari PCI biasa (termasuk juga slot AGP untuk graphics card), karena memiliki performa yang lebih baik untuk mengadaptasi berbagai add-in card tipe-tipe terbaru. PCI Express umum digunakan pada berbagai Motherboard generasi baru, serta memiliki beberapa tipe :
    • PCI Express x1 : 250MB/s
    • PCI Express x2 : 500MB/s
    • PCI Express x4 : 1GB/s
    • PCI Express x8 : 2GB/s
    • PCI Express x16 dengan bandwidth sebesar 4GB/s. Slot ini biasanya digunakan sebagai slot VGA (graphics adapter). PCI-e x16 tidak digunakan pada motherboard server, karena server umumnya menggunakan graphics controller terintegrasi.

[edit] Konektor ATA (Advanced Technology Attachment)

Konektor ATA (Advanced Technology Attachment) adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe ATA atau Optical Drive (CD/DVD ROM). Baca mengenai Hard Disk.

[edit] Konektor SATA (Serial – ATA)

Konektor SATA (Serial – ATA) adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe SATA. Baca mengenai Hard Disk.

[edit] Konektor SCSI/SAS

Konektor SCSI/SAS adalah konektor untuk mengkoneksikan Hard Disk tipe SCSI atau SAS. Baca mengenai Hard Disk.

[edit] Power Connector

Power Connector adalah konektor untuk menghubungkan modul power supply dibarebone ke motherboard. Pada motherboard server dikenal dua buah konektor power, yaitu 24-pin connector (sebagai konektor utama) dan 8-pin connector 12V (sebagai konektor tambahan).

[edit] BIOS (Basic Input Output System)

BIOS (Basic Input Output System) merupakan IC Controller yang berfungsi untuk menyimpan data-data perangkat (device) beserta setting-nya yang digunakan pada Server. Dengan BIOS, maka waktu booting server (inisialisasi) akan lebih cepat karena Processor tidak perlu membaca device satu per-satu untuk mengenali fungsi masing-masing perangkat itu.

Seperti kita ketahui bahwa Processor merupakan perangkat utama yang mengatur fugsi-fungsi perangkat lainnya seperti HDD, RAM, VGA, dan sebagainya agar saling bekerjasama. Pada saat menyalakan Server, Processor harus mengenali semua perangkat tersebut agar dapat mengatur mereka. Untuk menghemat waktu, maka dipasanglah sebuah IC BIOS yang memuat segala informasi yang dibutuhkan oleh processor tersebut. BIOS juga berfungsi untuk mengatur fungsi-fungsi dasar komputer seperti jam, tanggal, media penyimpanan dan lain-lain. Dan yang terakhir BIOS berfungsi untuk menghubungkan semua perangkat keras agar dapat dikenali oleh sistem operasi seperti Windows & Linux.

BIOS lazimnya menggunakan IC tipe EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory), yaitu tipe IC yang dapat dihapus dan diprogram ulang melalui sistem elektrik. Data-data didalam BIOS tidak boleh hilang atau berubah (kecuali jika sengaja dilakukan), hingga diperlukan sebuah baterai untuk menahannya. IC BIOS tidak dapat menahan data jika tidak ada power-nya, makanya kita lazim melihat sebuah baterai didalam motherboard.

Untuk mengkonfigurasi data didalam BIOS diperlukan aplikasi khusus yang disebut sebagi Firmware. Firmware dapat selalu diupgrade agar perangkat yang dikenali BIOS dapat selalu diperbaharui. Istilah ini sering disebut sebagai “Update BIOS”.

Beberapa perangkat lain biasanya memilki BIOS terpisah yang akan mengatur fungsinya secara independen, seperti RAID Modul. Baca tentang RAID.

[edit] Chip-chip pendukung

Chip-chip pendukung merupakan controller yag memiliki fungsi tertentu dalam motherboard, seperti Audio, LAN (Ethernet), SCSI dan RAID. Jika kita melihat terdapat satu fungsi dalam motherboard (misalnya RAID), maka sebetulnya pada arsitektur Motherboard menggunakan chip controller tertentu. Misalnya untuk graphics adapter menggunakan chip controller merek ATI, atau fungsi RAID menggunakan chip controller dari LSI.

[edit] Konektor (Port)

Konektor (Port) merupakan gerbang input/output yang menghubungkan server dengan peralatan eksternal seperti Hub/Switch, Monitor, Modem, Acces Point dan lain-lain. Sebuah server umumnya mengandung konektor sebagai berikut (terletak dibagian belakang) :

[edit] Chipset

Chipset merupakan “jantung” dari Motherboard. Perangkat ini menentukan spesifikasi dan fitur dari Motherboard secara keseluruhan. Bahkan bisa dikatakan bahwa sebuah Motherboard tergantung dengan chipsetnya. Motherboard server umumnya memiliki dua tipe chipset yang saling bekerja sama, yaitu MCH dan ICH.

MCH singkatan dari Memory Controller Hub (kadang disebut sebagai Northbridge), yaitu chip yang mengatur lalu-lintas data diantara Processor, Graphics Controller dan Memory (RAM). Sedangkan ICH singkatan dari Input/Output Controller Hub (kadang disebut sebagai Southbridge) merupakan chip yang mengatur lalu-lintas data pada peralatan HDD dan I/O seperti LAN, Modem, USB, Keyboard/Mouse, dan lain-lain. MCH dan ICH saling bekerjasama satu sama lain agar sistem komputer berjalan dengan sempurna.

Sebuah chipset sebetulnya memiliki spesifikasi dan generasi tertentu. Biasanya chipset dirilis mengikuti satu teknologi baru yang telah dirilis sebelumnya, seperti tipe processor terbaru, RAM terbaru dan lain sebagainya.

Tabel Beberapa tipe Chipset server Intel

Chipset Jumlah Core Processor System Bus
Intel® 3010 1 Intel® Pentium® D 1066/800/533 MHz
Intel® 3000 1 Intel Pentium D 1066/800/533 MHz
Intel® 5000P 1-2 Dual-core Intel® Xeon® s 5000 series 1066/1333 MHz
Intel® 5000V 1-2 Dual-core Intel Xeon 5000 series 1066/1333 MHz
Intel® 5000X 1-2 Dual-core Intel Xeon 5000 series 1066/1333 MHz
Intel® E8870 1-4 Intel® Itanium® 2 400 MHz
Intel® E8870 featuring the E8870SP component 1-4 Intel Itanium 2 400 MHz
Intel® E8501 1-4 Dual-Core Intel® Xeon® 7000 sequence 800 MHz
Intel® E8500 1-4 64-bit Intel® Xeon® MP 667 MHz
Intel® E7505 1-2 Intel® Xeon® 533 MHz 512K L2 cache 400/533 MHz
Intel® E7500 1-2 Intel Xeon 512K L2 cache 400 MHz
Intel® E7501 1-2 Intel Xeon 533 MHz 512K L2 cache 400/533 MHz
Intel® E7520 and E7320 1-2 64-bit Intel Xeon 2MB L2 cache 800 MHz
Intel Xeon 800 MHz 1MB L2 cache
Intel® E7230 1 Intel® Pentium® 4 Hyper-Threading 1066/800/533 MHz
Intel Pentium D
Intel® E7221 1 Intel Pentium 4 Hyper-Threading 800/533 MHz
Intel® E7210 1 Intel Pentium 4 800/533 MHz
Controller Northbridge dan Southbridge

Controller Northbridge dan Southbridge

[edit] RAM (Random Access Memory)

RAM kadang disebut Memory, merupakan perangkat yang menyimpan data secara sementara sebelum ditransfer ke processor ataupun sebaliknya. Seperti kita ketahui bahwa semua data didalam sistem komputer diolah oleh processor, dan disimpan didalam HDD. RAM menjembatani antara Processor dan HDD, karena apabila Processor mengambil data dari HDD secara langsung akan terjadi proser yang terlalu lama (baca mengenai cara kerja sistem komputer). Processor Xeon saat ini memiliki performa pengolahan dalah satuan Giga-Hertz (GHz), artinya miliar per-detik, sedangkan HDD SCSI paling tinggi hanya memiliki transfer rate 320 Megabyte/detik. Jadi bisa dibayangkan perbedaan diantara keduanya.

Umumnya server menggunakan RAM tipe DDR atau DDR2. DDR merupakan singkatan dari “Double Data Rate”, sebuah teknologi memory yang dikembangkan dari generasi sebelumnya, yaitu SDRAM (Single Data RAM). Secara teoritis, DDR memiliki performa dua kali lipat dari SDRAM, dengan membawa dua bit data per-clock cycle, sedangkan SDRAM hanya satu bit. DDR2 sendiri merupakan DDR generasi kedua yang mengalami perbaikan dan penyempurnaan dari sisi performa dan reduksi panas.

RAM DDR/DDR2 memiliki beberapa varian teknologi berdasarkan kegunaannya, yaitu Unbuffered, ECC, ECC Registered dan FBDIMM. Unbuffered umumnya digunakan pada PC Desktop biasa, ECC digunakan pada Server kelas Value atau Workstation, sedangkan ECC Registered / FBDIMM digunakan pada server mid-to-high end.

RAM DDR2 ECC  Registered

RAM DDR2 ECC Registered

Spesifikasi RAM :

[edit] Kapasitas

Kapasitas merupakan satuan penyimpanan sebuah modul RAM. Kapasitas merupakan faktor terpenting dari sebuah RAM. Satuan kapasitas adalah Megabyte (MB) dan Gigabyte (GB). Pada server kapasitas modul RAM berkisar dari 256MB, 512MB, 1 GB dan 2 GB per-keping modul.

[edit] Front Side Bus (FSB)

Front Side Bus (FSB) merupakan satuan frekuensi yang menyatakan hubungan antara Processor dan RAM (lihat bahasan Processor). Pada sebuah server, FSB RAM berkisar antara 400 MHz, 533 MHz, 667 MHz dan 800 MHz. FSB RAM bergantung pada spesifikasi Processor dan Motherboard yang digunakan, dimana FSB diantara ketiganya harus sinkron dan memiliki angka yang sama.

[edit] Jumlah IC

Jumlah IC merupakan jumlah IC pada satu keping modul RAM. Jumlah IC kadang menjadi faktor penting pada beberapa motherbard tertentu. Pada server, umumnya RAM menggunakan IC tipe ECC Registered & FBDIMM dengan jumlah IC sebanyak 9 dan 18 buah. Lihat mengenai ECC Registered dan FBDIMM.

Varian RAM berdasarkan fungsi teknisnya :

[edit] Unbuffered

Unbuffered merupakan RAM tipe “biasa” yang umum digunakan pada PC Desktop dan Notebook. RAM tipe ini paling banyak tersedia dipasaran. Tapi pengguna jarang menyebut kata “unbuffered” pada RAM yang mereka gunakan, hingga istilah itu sudah dilupakan.

[edit] ECC

ECC singkatan dari Error Correction Code. ECC merupakan fitur yang berfungsi untuk memeriksa dan mengkoreksi bit-bit data yang masuk ke RAM sehingga pengolahan data akan lebih presisi. Secara fisik sebuah RAM ECC memiliki perbedaan dengan RAM biasa. RAM ECC memiliki jumlah IC (integrated circuit) 9 dan 18 buah, sedangkan RAM biasa umumnya menggunakan 4, 8 dan 16 IC. RAM ECC umumnya digunakan pada server kelas value atau PC Workstation.

[edit] ECC Registered

ECC Registered merupakan RAM ECC yang juga memiliki sebuah register. Register berfungsi untuk meningkatkan performa RAM dalam menangani transfer data skala besar yang umum digunakan pada server. Modul ECC Register biasanya memiliki sebuah IC tambahan dengan posisi horizontal (melintang) pada PCB (Printed Circuit Board)-nya. IC ini berfungsi sebagai register, yaitu menahan satu clock-cycle data sebelum dikirimkan ke Motherboard.

[edit] Fully Buffered DIMM (FBDIMM)

Fully Buffered DIMM (FBDIMM) merupakan RAM DDR/DDR2 tipe terbaru yang saat ini digunakan pada sebagian besar platform server. FBDIMM memiliki kelebihan dibanding tipe RAM lainnya, seperti :

  • Bandwidth memori 3x lipat (mencapai 21 GB/s) dibanding teknologi sebelumnya. Umumnya dengan DDR2 biasa, hanya mampu menangani bandwidth maksimal sebesar 8 GB/s.
  • Sistemnya mengakomodasi kapasitas yang lebih besar (mencapai 192GB dengan 48-slot DIMM).

Lebih tahan panas, karena dilengkapi dengan heatsink (logam pelapis penahan panas).

Kapasitas RAM untuk server haruslah cukup besar untuk mengakomodasi pengolahan data yang lebih berat dibanding PC. Saat ini kebutuhan kapasitas RAM server minimal 1 Gigabytes.

[edit] Sekilas mengenai Dual Channel & Quad Channel pada RAM

Saat ini hampir semua platform Motherboard mengharuskan konfigurasi pemasangan RAM Dual Channel. Dua Channel maksudnya bahwa minimal terdapat dua keping RAM identik pada satu Motherboard. Misalnya kita ingin menggunakan RAM 1 GB, maka sebaiknya kita menggunakan dua keping RAM 512 MB. Dual Channel digunakan pada tipe RAM DDR dan DDR2.

Quad Channel adalah instalasi 4 keping modul RAM sekaligus pada Motherboard. Teknik Quad Channel umum dipakai Motherboard Server, dan di-impelementasikan pada tipe RAM FBDIMM.

Dual Channel dapat mengoptimalisasi transfer rate antara RAM dan Processor. Jika kita hanya menggunakan RAM tunggal (Single Channel), maka transfer rate yang terjadi hanya separuhnya.

[edit] Cara Menghitung Transfer Rate (Bandwidth) RAM dan konfigurasi Dual Channel

Kita dapat menghitung transfer rate (bandwidth) riil dari sebuah RAM. Transfer rate merupakan kapasitas data yang dapat dikirimkan sebuah RAM ke processor dalam satuan Megabytes/detik (MB/s).

Rumus yang digunakan adalah :

  • Contoh sebuah DDR2 PC533, berarti memiliki bus sebesar 533 MHz.
  • Lebar data (width) sebuah RAM adalah 64-bit, atau dikonversikan kedalam satuan byte sama dengan 8 byte. [* 1 byte = 8 bit]
  • Transfer Rate = Bus (MHz) x Lebar Data (Byte)
  • Transfer Rate = 533 MHz x 8 Byte = 4.264 MB/s. Itu artinya transfer rate RAM DDR2 PC533 adalah sebesar 4.264 MB/s.
  • Itulah alasannya kenapa RAM DDR2 PC533 kadang ditulis sebagai DDR2 PC4200 (kebulatan dari transfer rate 4.264 MB/s).
  • Pada sistem komputer sekarang, sebuah RAM harus di-intalasi dalam konfigurasi Dual Channel, artinya dipasang langsung dua keping (sepasang) dengan tujuan transfer rate dapat digandakan dan memenuhi kebutuhan bandwidth processor.
  • Dengan konfigurasi Dual Channel maka transfer rate 4.264 MB/s dikalikan dua, dan menghasilkan 8.528 MB/s. Transfer rate sebesar ini dapat memenuhi kebutuhan Processor Intel Core 2 Duo, Core 2 Quad dan Core 2 Extreme yang memiliki FSB 1.066.
  • Perhitungan Bandwidth processor sama dengan rumus diatas, yaitu = FSB (MHz) x Lebar Data (8 byte). Itu artinya, Core 2 Duo FSB 1.066MHz x 8 Byte = 8.258 MB/s. Dan RAM yang dapat memenuhi kebutuhan data ini adalah DDR2 PC533 dalam konfigurasi Dual Channel.

Tabel Perbandingan antara Bus (MHz) dan Transfer Rate (MB/s)

Tipe RAM Bus (MHz) Transfer Rate (Bandwidth) Penamaan RAM Dual Channel
SDRAM PC133 133 MHz 1.064 MB SDRAM PC133 N/A
DDR PC266 266 MHz 2.128 MB DDR PC2100* 4.256 MB
DDR PC333 333 MHz 2.664 MB DDR PC2700* 5.328 MB
DDR PC400 400 MHz 3.200 MB DDR/DDR2 PC3200 6.400 MB
DDR2 PC533 533 MHz 4.264 MB DDR2 PC4200* 8.528 MB
DDR2 PC667 667 MHz 5.336 MB DDR2 PC5300* 10.672 MB
DDR2 PC800 800 MHz 6.400 MB DDR2 PC6400 12.800 MB

[edit] Hard Disk (HDD)

HDD berfungsi untuk menyimpan data didalam komputer. Pada server, fungsi HDD sangatlah vital karena menyimpan semua data secara terpusat dan mendistribusikannya ke masing-masing PC klien.

HDD  tampak depan dan belakang

HDD tampak depan dan belakang

Interface HDD beserta konektor

Interface HDD beserta konektor

Saat ini umumnya terdapat 4 tipe Hard Disk yang digunakan pada server :

[edit] ATA (Advanced Technology Attachment)

ATA (Advanced Technology Attachment). ATA merupakan interface HDD yang paling umum digunakan pada komputer, baik Server maupun PC Desktop. Teknologi pengolahan yang digunakan masih parallel, dan kini sudah mulai ditinggalkan. Saat ini beberapa Motherboard sudah menghilangkan konektor ATA HDD, dan diganti dengan S-ATA yang menggunakan teknologi Serial. Jika masih terdapat konektor ATA pada motherboard, hal itu dimaksudkan sebagai koneksi untuk Optical Drive (CD/DVD ROM). ATA secara teoritis mampu memberikan transfer rate sebesar 100 MB/s, atau dikenal dengan nama ATA/100.

[edit] S-ATA (Serial ATA)

S-ATA (Serial ATA), merupakan HDD dengan interface teknologi Serial. SATA merupakan generasi pengganti teknologi Parallel yang digunakan pada HDD ATA sebelumnya. Dengan teknologi serial, maka transfer data didalam sistem HDD akan jauh lebih efisien dan cepat. Saat ini, kecenderungan semua sistem motherboard terbaru, terutama server telah mengguanakan SATA. Dengan SATA, maka server dapat mengimplementasikan fitur Hot Swap.

[edit] Apa kelebihan teknologi SATA (serial) dibandingkan ATA (parallel) ?

  • SATA menggunakan teknologi serial, sehingga pengolahan dan transfer data lebih efisien. Serial melakukan transfer dengan sistem paket bit-data, sedangkan parallel melakukan transfer secara langsung semua bit data yg ada secara serentak. Dengan mengolah dan mengirimkan sistem paket, maka jika terdapat kesalahan bit data sistem controller SATA hanya akan mengulangi pengiriman satu paket saja. Bandingkan dengan parallel yang harus mengulang pengiriman semua bit data.
  • SATA memiliki transfer rate yang lebih tinggi, yaitu 150 MB/s (SATA-I) dan 300 MB/s (SATA-II), sedangkan ATA hanya maksimum 100 dan 133MB/s. Sebentar lagi akan dikembangkan teknologi SATA-III dengan transfer rate 600 MB/s. Sebagian HDD SATA memiliki teknologi NCQ (Native Command Queing). NCQ merupakan sistem manajemen pengolahan data yang efisien, dimana pembacaan data pada piringan (platter) HDD berdasarkan prioritas, bukan berurutan seperti HDD teknologi lama.
  • SATA bersifat Hot Plug, dimana HDD dapat dipasang & dilepas pada saat komputer hidup (power non). Inilah yang menjelaskan konsep Hot Swap pada sistem Server.
  • Kabel yang lebih tipis & panjang, dimana SATA menggunakan kabel tipis dengan mengakomadasi panjang kabel sampai dengan 1 meter. Sedangkan ATA hanya mengakomadasi panjang kabel sampai 18 inchi saja. Konektor yang lebih mudah, dimana SATA menggunakan konektor serial seperti USB sedangkan ATA menggunakan konektor 40-pin lama.
  • Voltage (tegangan listrik) yang lebih rendah, dimana SATA hanya menggunakan 0.25V sedangkan ATA menggunakan 5V.

[edit] SCSI (Small Computer System Interface)

SCSI (Small Computer System Interface), merupakan interface yang paling umum digunakan pada server high-end. Jika ATA dan S-ATA merupakan standar PC Desktop, maka SCSI hanya ada pada sistem Server saja. Dengan SCSI (misal : Hard Disk), maka transfer data yang diolah pada komputer akan lebih cepat & efisien dibandingkan dengan ATA. Contohnya, pada satu kabel SCSI dapat di-instalasikan sekitar 15 devices sekaligus dengan panjang 1,5 m. SCSI juga bekerja lebih cepat dari ATA dan sangat efisien dalam pengolahan data-data kapasitas besar.

SCSI mempunyai beberapa type, seperti SCSI Ultra160 dan SCSI Ultra320. Ultra160 artinya HDD memiliki transfer rate 160 MB/s, sedangkan Ultra320 dengan transfer rate 320 MB/s. SCSI juga memiliki dua macam konektor, yaitu SCSI 68-pin dan 80-pin SCA (Single Connector Attachment). Yang paling umum digunakan adalah SCSI 68-pin.

SCSI sendiri masih menggunakan pengolahan parallel, dan teknologi-nya akan segera digantikan dengan SAS (Serial Attached SCSI) seperti dibawah.

Berbagai tipe interface HDD server

Berbagai tipe interface HDD server

[edit] SAS (Serial Attached SCSI)

SAS (Serial Attached SCSI) merupakan interface terbaru pada HDD yang menggabungkan fitur SCSI dan Serial ATA. SAS menggunakan port konektor khusus yang mirip dengan SATA dan transfer rate yang lebih baik. Semua server nantinya akan mengadopsi teknologi ini.

[edit] Kelebihan SAS dibandingkan SCSI

  • SAS bus menggunakan topologi point-to-point, sedangkan SCSI menggunakan multidrop. Dengan point-to-point maka transfer rate antara HDD dan sistem akan lebih optimal karena menggunakan jalur khusus (dedicated line).
  • SAS tidak membutuhkan terminator pack seperti SCSI.
  • SAS dapat mengkoneksikan devices (termasuk HDD) sebanyak 16.384 buah, sedangkan SCSI maksimal 32 devices saja.
  • SAS dapat menggunakan expander, yaitu semacam hub untuk menghubungkan satu port (point) ke beberapa devices.
  • SAS memiliki domain dan ID khusus yang dinamakan WWN (World Wide Name) yang bersifat unik dan dapat dikenali lewat network/internet. WWN serupa dengan MAC Address yang dikenal pada Network Card Module.

SAS backward compatibel dengan HDD SATA.

[edit] Fibre Channel

Fibre Channel merupakan salah satu interface HDD yang umum digunakan pada jaringan storage skala besar (Wide Area Network). Interface ini dirancang menggunakan protokol jaringan terdedikasi sehingga tidak membebani jaringan yang sudah ada.

HDD Fibre Channel memiliki interface yang dirancang khusus untuk menangani transfer data jarak jauh dalam satu sistem jaringan, sehingga menggunakan port dan kabel khusus. Untuk mengimplementasikannya, kita memerlukan controller khusus atau add-in card yang dipasang pada slot PCI. Fibre Channel juga memiliki port khusus yang dapat langsung dikoneksikan pada kabel jenis twisted-pair copper atau Fiber Optic, sehingga tidak membebani lalu lintas data via Ethernet Server.

Di Indonesia, masih jarang perusahaan yang mengimplementasikan Fibre Channel, sehingga perangkat ini sulit ditemukan.

Tabel Perbandingan karakteristik SCSI dan P-ATA (IDE)

Feature SCSI P-ATA/IDE
Dukungan Platform PC, Mid-to-High End Server PC, Value Server, Apple Platform
Tipe komponen terpasang Harddisk, CDROM, DVD, Scanner, Tape Drive, Printer, Optical Harddisk, Optical Drive
Komponen terkoneksi 16 2
Dukungan Komponen eksternal Ya Tidak
Panjang kabel 1,5m up to 25m 18 inch (maksimal)
Transfer Rate up to 320 Mb/s up to 100 Mb/s
Kemampuan Multitasking Sangat Baik Kurang Baik
Dual Master DMA Hanya mendukung koneksi satu komponen per-bus
Disconnect/Reconnect
Tagged Command Que.
Error Detection Baik Kurang Baik
Harga Relatif Mahal Relatif Murah

Tabel Perbandingan karakteristik seluruh interface HDD

SATA SCSI SAS Fibre Channel
Komponen terkoneksi 1 16 128 16 Juta
Panjang kabel 1 m 25 m 10 m 10 ribu meter
Dukungan Dual Port Tidak Tidak Ya Ya
Konfigurasi (Topologi) Point to Point Bus Point-to-Point Loop, Fabric
(dengan Expanders)
Kecepatan 150 MB/s 160 MB/s 300 MB/s 100 MB/s, 200 MB/s, 400 MB/s, 1 GB/s
300 MB/s 320 MB/s 600 MB/s
Duplex Protocol Half SATA Half SCSI Full SCSI Full SCSI

Faktor-faktor penting Hard Disk (HDD) lainnya :

[edit] Kapasitas

Kapasitas merupakan ukuran penyimpanan sebuah unit HDD dengan satuan Gigabyte (GB). Sebuah HDD server memiliki kapasitas beragam, tergantung dari interface dan konfigurasi yang digunakan.

Pada HDD tipe SATA kapasitas minimal sebesar 80 GB per-unit dan maksimal mencapai 1.000 GB (1 Terrabyte). Pada HDD tipe SCSI dan SAS kapasitas minimal sebesar 36 GB dan maksimal 146 GB.

Tabel Kapasitas dari beberapa merek HDD

Tipe HDD Kapasitas
Seagate Barracuda ATA 7200.11 500, 750, 1000GB
Maxtor DiamondMax 21 80, 160, 250, 320, 500 GB
Seagate Savvio 10K.2 & 15K.1 36, 73, 146 GB
Seagate Cheetah 15K.6 146, 300, 450 GB
Cheetah NS 300, 400 GB
Barracuda ES.2 250, 320, 400, 500, 750, 1000 GB

[edit] Spindle-speed (RPM)

Spindle-speed (RPM) merupakan ukuran putaran platter HDD dalam satu rotasi dan memiliki satuan Rotation-per-minute (RPM). Semakin tinggi putaran ini berarti performa HDD juga makin baik.

Pada HDD tipe SATA memiliki spindle-speed 5.400 dan 7.200 RPM. Pada HDD tipe SCSI dan SAS memiliki spindle-speed 10.000 RPM (atau disebut 10K) dan 15.000 RPM (atau disebut 15K).

[edit] Cache Buffer

Cache Buffer merupakan merupakan memori berkecepatan tinggi yang diintegrasikan didalam HDD. Memori ini berfungsi untuk menyimpan data yang sering diminta oleh RAM, sehingga tidak perlu diambil dari platter. Selain membuat transfer data lebih cepat, juga membuat daya lebih hemat. Semakin besar kapasitasnya, semakin baik performa-nya.

Tabel Interface dan Cache Buffer beberapa merek HDD

Tipe HDD Interface Cache Buffer
Seagate Barracuda ATA 7200.11 SATA 32 MB
Maxtor DiamondMax 21 ATA, SATA 2, 8 MB
Seagate Savvio 10K.2 & 15K.1 SAS 16 MB
Seagate Cheetah 15K.6 SCSI, SAS 16 MB
Cheetah NS SAS 16 MB
Barracuda ES.2 SATA 8, 16, 32 MB

[edit] Interface

Interface. Lihat bahasan diatas.

[edit] Form Factor

Form Factor merupakan ukuran fisik sebuah HDD yang dilambangkan dengan garis tengah platter yang digunakan. Pada server dikenal dua macam form factor HDD, yaitu ukuran 3.5” (inchi) dan 2.5” (inchi).

HDD 3.5” umum digunakan pada semua tipe server dengan chassis Tower. HDD 2.5” umum digunakan pada server model Rackmount atau Blade.

HDD ukuran  2.5” dan 3.5”

HDD ukuran 2.5” dan 3.5”

[edit] Apa itu NCQ?

NCQ singkatan dari Native Command Queing, yaitu fitur teknologi yg saat ini dipakai pada beberapa HDD Serial ATA generasi terbaru. Dengan fitur NCQ, HDD dapat menangani multi-commands (banyak perintah) dan mengurutkan berdasarkan prioritas tertentu. NCQ akan menangani data secara pintar, sehingga pengurutan instruksi akan berlangsung efisien & cepat.

Misalnya : sebuah aplikasi biasanya terdiri dari puluhan file terintegrasi. Dan kadang-kadang file tersebut disimpan secara terpecah-pecah pada platter HDD, hingga ketika kita akan membuka aplikasi tersebut maka jarum Head harus bergerak kesana-kemari mengumpulkan file yang berserakan tersebut. Belum lagi pada saat yang bersamaan HDD juga harus menangani perintah lain.

Dengan sistem NCQ, maka HDD akan menangani permintaan berdasarkan sistem prioritas tertentu. NCQ akan mengurutkan permintan berdasarkan prioritas, bukan urutannya. Setelah itu dilakukan eksekusi dengan cara mengakses data pada platter. Jarum Head akan membaca data berdasarkan lokasi yang berdekatan pada platter, sehingga pergerakan mekanisnya akan lebih efisien dan membuat performa HDD meningkat sekaligus mereduksi kerusakan secara fisik.

[edit] Berikut analogi cara kerja NCQ

Jika ada 3 orang (A, B, C) yang akan menaiki sebuah lift : si A datang pertama, lalu memencet tombol Lantai 7. Yang kedua si B memencet tombol lantai 5 dan terakhir si C datang memencet tombol lantai 3. Berdasarkan permintaan antara A, B dan C seharusnya A diprioritaskan duluan karena datang yang pertamakali. Tapi pada sistem lift yang dilayani pertama adalah si C karena naik ke lantai yang paling rendah, baru disusul oleh B dilantai 5 dan terakhir A dilantai paling atas. Sistem lift ini bisa dianalogikan cara kerja sebuah NCQ didalam HDD

[edit] Apa itu RAID?

RAID (Redundant Array Independent Disk) adalah satu fitur teknologi baru pada sistem komputer. Dengan RAID maka Hard Disk akan bekerja lebih cepat karena menggambungkan kemampuan dua Hard Disk atau lebih secara bersamaan. RAID harus menggunakan minimal dua buah HDD yang identik, baik dari sisi interface, teknologi, kapasitas, RPM dan lain-lain.

Hampir semua motherboard server memiliki konfigurasi RAID terintegrasi didalamnya, termasuk yang berbasiskan Intel platform. Minimal motherboard tersebut memiliki fungsi RAID yang paling standar, yaitu RAID 0 dan 1. RAID sendiri memiliki berbagai level seperti RAID 2, 3, 4, 5, 10 dan 50. Tapi yang paling familier digunakan pada server adalah RAID 0, 1, 5, 10 dan 50 saja.

Ada dua macam controller RAID didalam sistem server, yaitu yang bersifat on-board (terintegrasi dengan chipset utama) dan Add-in Card (modul card tambahan). Pada motherboard Intel, fitur on-board dapat ditemukan pada motherboard Intel Server Board S5000PSL dan S5000PAL. RAID berupa add-in card dari Intel seperti SRCSASJV (RAID 0, 1, 5, 6, 10, 50 dan 60 dan SRCU42X (RAID 0, 1, 5, 10, 50).

RAID  Card Controller (add-in)

RAID Card Controller (add-in)

[edit] Beberapa contoh konfigurasi RAID

Imajinasikan ada sebuah file data dengan nama “ABC” yang akan disimpan dalam HDD yang dikonfigurasi dengan varian RAID dibawah :

RAID 0 berfungsi sebagai stripping, yaitu teknik memecah data “ABC” kedalam beberapa blok data, kita sebut saja blok ABC01, ABC02, ABC03, ABC04, dan seterusnya. Masing-masing blok ini disimpan pada dua HDD berbeda secara parallel, misalnya HDD1 menyimpan blok ABC01, ABC03, ABC05 dan seterusnya dan HDD2 menyimpan blok ABC02, ABC04, ABC06 dan seterusnya. Dengan teknik ini maka performa akan meningkat karena data kapasita besar tidak perlu masuk antrian pada HDD tunggal yang memiliki kapasitas I/O terbatas. Artinya pada saat akses data langsung dilayani oleh dua kapasitas I/O dimasing-masing HDD.

Cara kerja RAID 0

Cara kerja RAID 0

RAID 0 minimal menggunakan 2 HDD, dan menggabungkannya seolah-olah sebagai sebuah HDD tunggal didalam sistem. Misalnya, ada dua unit HDD SATA 80 GB dikonfigurasi sebagai RAID 0 maka sistem server akan mengenalinya sebagai HDD tunggal dengan kapasitas 160 GB. Dengan konfigurasi ini diharapkan performanya akan meningkat dengan mengandung dua kontroller HDD yang bekerja parallel. RAID 0 kadang dianggap bukan bagian RAID karena tidak bersifat “Fault-Tolerance”, yaitu kemampuan untuk mencegah kegagalan sistem seperti varian RAID lainnya.

RAID 1 berfungsi sebagai mirroring, yaitu saling backup antara dua HDD. Tekniknya adalah dengan cara memecah data “ABC” menjadi blok data ABC01, ABC02, ABC03 dan seterusnya lalu semuanya disimpan pada HDD1 (HDD utama) dan HDD2 (HDD backup) secara identik. Artinya HDD1 menyimpan blok ABC01, ABC02 dan ABC03, maka HDD2 juga menyimpan data yang sama persis. Kemampuan ini disebut sebagai mirroring, dimana jika terjadi kerusakan data pada HDD utama, maka data dapat direcovery langsung dari HDD backup karena menyimpan data yang identik.

Cara kerja RAID 1

Cara kerja RAID 1

RAID 1 minimal menggunakan 2 HDD. Jika terdapat dua HDD 80GB dengan kapasitas total 160GB maka sistem hanya akan mengenalinya sebagai HDD 80GB saja, karena HDD satunya berfungsi sebagai backup. RAID 1 merupakan fungsi yang paling mendasar dari seluruh varian RAID karena memiliki “Fault-Tolerance” yang baik.

RAID 0 + 1 merupakan perpaduan antara fungsi RAID 0 dan RAID 1 secara bersamaan. Jika satu server mengimplementasikan RAID 0 + 1, maka akan mendapatkan benefit performa stripping dan mirroring sekaligus.

Cara kerja  RAID 0 + 1

Cara kerja RAID 0 + 1

RAID 5 berfungsi sebagai Interleaved Block Parity, yaitu sebuah konfigurasi RAID dengan pengecekan parity yang tersebar pada seluruh HDD. Parity merupakan teknik pengecekan dan perbaikan bit-bit data yang tersimpan pada setiap blok data dengan cara membandingkan sistem biner-nya. RAID 5 menggunakan minimal tiga unit HDD.

Cara kerja RAID 5

Cara kerja RAID 5

Misalnya digunakan 3 buah HDD pada RAID 5, maka HDD1 akan menyimpan blok data A01, A02, A03 dan parity 01 pada HDD1. Lalu blok B01, B02, B03 dan parity 02 disimpan pada HDD2. Dan terakhir C01, C02 dan C03 dan parity 03 disimpan pada HDD03. Dengan teknik ini maka keseluruhan data pada HDD akan aman karena di backup oleh HDD lainnya dan parity yang tersebar ke masing-masing HDD tersebut.

RAID 10 merupakan perpaduan antara RAID 1 dan RAID 0. Dengan teknik ini maka blok data ABC disimpan layaknya RAID 1 lalu masing-masing bagian disimpan secara stripping seperti layaknya RAID 0. Misalnya blok data ABC disimpan secara stripping menjadi ABC[01] dan ABC[02] di dua HDD. Pada masing-masing grup HDD, yaitu ABC[01] data disimpan secara mirroring pada dua HDD. RAID 10 memerlukan minimal empat unit HDD.

Cara kerja RAID  10

Cara kerja RAID 10

RAID 50 merupakan perpaduan antara RAID 5 dan RAID 0. Dengan teknik ini maka blok data akan dipecah menjadi 2, misalnya ABC[01] dan ABC[02] lalu disimpan dengan teknik stripping yaitu memecah dan membaginya secara parallel. Baik ABC[01] dan ABC[02] pada masing-masing grupnya akan disimpan menggunakan konfigurasi RAID 5, sehingga pada satu grup memerlukan tiga unit HDD. Secara keseluruhan, RAID 50 menggunakan minimal enam unit HDD.

Cara kerja RAID  50

Cara kerja RAID 50

[edit] Chassis (Casing, Barebone)

Sebuah chassis  Server

Sebuah chassis Server

Pada server, faktor chassis sangat penting karena mereferensikan platform server secara keseluruhan. Istilah chassis juga kadang diganti dengan Casing atau Barebone, yaitu bagian luar (dinding server) yang melindungi sistem komponen bagian dalam.

Sebuah Chassis server biasanya mengintegrasikan komponen sebagai berikut :

  • Power Supply, merupakan modul untuk memasok daya listrik pada sistem server. Power Supply Unit (kadang disingkat sebagai PSU) mendapatkan pasokan daya dari listrik eksternal dan merubahnya (konversi) ke spesifikasi arus & tegangan yang dapat diterima oleh server. Satuan yang sering ditulis pada Power Server adalah Watt, yang menerangkan jumlah daya yang dihasilkan. Sebuah power supply biasanya memiliki beberapa macam kabel dan konektor, antara lain : kabel power ke motherboard dan kabel power universal (HDD, Cooling Fan, dan sebagainya). Kemampuan daya sebuah Power Supply haruslah cukup tinggi karena arsitektur server biasanya terdiri dari berbagai perangkat “boros” energi, seperti Processor, Cooling Fan, HDD, Motherboard, Optical Drive, dan lain sebagainya. Satuan dayanya memiliki rentang dari 350w, 400w, 450, 550w, 600w, 650w, 750w sampai 830w, tergantung kebutuhan pengguna. Umumnya, pada saat kita membeli satu chassis (barebone), itu sudah dilengkapi dengan modul Power Supply terintegrasi. Tapi kita juga dapat membelinya secara terpisah.
Power Supply  Unit (PSU)

Power Supply Unit (PSU)

Pada processor kita mengenal satu perangkat pendingin pasif, yaitu Heatsink. Heatsink merupakan logam pendinginan yang umum ditempelkan pada keping processor maupun chipset. Ukuran Cooling Fan biasanya diukur dari diagonal kipas, yang terdiri dari 3-inchi dan 5-inchi.

  • Front Panel Cover, yaitu penutup bagian depan yang berfungsi seperti pintu. Pada casing server umumnya pintu depan ini memiliki kunci pengaman. Fungsi front panel cover adalah untuk menjaga keamanan server dari hal-hal tidak terduga, misalnya seseorang menekan tombol power/reset atau dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Sebuah Cooling Fan dan Power Supply

Sebuah Cooling Fan dan Power Supply

  • Slot Bay Floppy Disk ukuran 3.5” berfungsi untuk meletakkan Floppy Drive. Pada chassis generasi terbaru slot bay ini biasanya sudah dihilangkan, karena penggunaan floppy drive dirubah menjadi eksternal drive menggunakan USB Connector.
  • Tombol (Power, Reset) berfungsi untuk menyalakan ON/OFF Server secara manual dan RESET (mengembalikan posisi ON server dari awal).
  • Lampu Indikator (Power, HDD, LAN). Lampu indikator berfungsi sebagai indikasi bahwa server dan HDD sedang bekerja.
Lampu  indikator pada Chassis

Lampu indikator pada Chassis

  • Hot Swap Rack berfungsi untuk meletakkan HDD khusus yang dapat dipasang dan dicabut ketika server tetap menyala. Hot Swap sangat membantu server karena pada dasarnya sebuah server tidak boleh berhenti bekerja, bahkan pada saat penggantian HDD. Hot Swap memiliki pengertian yang sama dengan Hot Plug.
HDD  Hotswap dan rack pendukung

HDD Hotswap dan rack pendukung

USB Connector (Front) berfungsi untuk mengkoneksikan berbagai peralatan eksternal, seperti Floppy Drive, Optical Drive dan lain-lain. USB Connector dibagian depan ini harus dikoneksikan ke sistem USB Motherboard server menggunakan sebuah kabel konektor yang sudah disediakan didalam chassis.

Server memiliki beberapa tipe Chassis :

[edit] Pedestral

Pedestal merupakan casing berbentuk Tower (seperti pada PC) dan umumnya digunakan pada server kelas Value dan Mid-End. Ukuran Pedestal berkisar antara :

  • 17.5” (445mm) x 8.6” (218mm) x 26.9” (683mm).
  • 17.8” (452mm) x 9.256” (235mm) x 19” (483mm).
Casing tipe  Pedestal

Casing tipe Pedestal

Casing tipe Pedestal biasanya menggunakan berbagai komponen dan periferal server biasa, karena bentuknya yang mirip PC Desktop.

[edit] Rackmount

Rackmount merupakan casing berbentuk tipis, pipih horizontal dan dapat disusun layaknya sebuah rak pada sebuah lemari khusus. Rackmount disusun secara berlapis dari atas ke bawah pada semua cabinet chassis khusus server. Ukuran rackmount berkisar antara :

  • 17” (43mm) x 16.9” (429mm) x 26.5” (673mm)
  • 17.03” (43mm) x 16.93” (430mm) x 27.25” (692mm)
Casing tipe  Rackmount

Casing tipe Rackmount

Pada sistem rackmount adalah istilah yang merepresentasikan jumlah unit server yang bisa dipasang pada rak, yaitu 1U, 2U atau 3U. 1U sendiri melambangkan ketebalan (tinggi) server dalam satu 1.75 inchi (44.5mm).

Dengan rackmount maka pengaturan server yang berjumlah lebih dari 2 unit atau lebih akan tertata dengan baik. Rackmount umumnya dipakai institusi yang menggunakan fungsi server berbeda pada satu rak, seperti Web Server, Database Server, dan sebagainya.

[edit] Blade

Blade merupakan server rackmount yang disusun secara vertikal (seperti irisan pada roti tawar) untuk mengakomodasi jumlah server yang cukup banyak. Blade juga disusun pada sebuah cabinet khusus server blade. Blade server kadang disebut sebagai High Density Server, yaitu kumpulan server yang memiliki beberapa unit server. Dengan sistem Blade, fungsi server dapat dipecah-pecah pada unit server berbeda, tapi ditaruh pada rak yang sama.

Baik Rackmount maupun Blade umumnya menggunakan beberapa perangkat khusus, seperti Hard Disk SCSI/SAS berukuran mini yang umum digunakan pada Laptop. Ini untuk mengakomodasi sistem rackmount / blade yang berukuran tipis dan terbatas.

[edit] Istilah-istilah penting lainnya

  • Cluster – Merupakan berbagai tipe server berbeda yang berlokasi diberbagai tempat (atau negara), terkoneksi satu sama lain serta saling bekerjasama sehingga user dapat mengakses informasi apapun tanpa perlu tahu sistem jaringan yang ada.
  • Co-location Server – Merupakan institusi yang mengalih-daya-kan (outsource) server mereka untuk dikelola kepada pihak lain. Co-location membuat pengelolaan server dilakukan secara profesional, sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya server, pendukung maupun suber-daya manusia-nya. Contoh : Penyedia Jasa Blog seperti WordPress menyediakan server mereka secara gratis agar user dapat membuat blog dan menyimpannya disana. Kegiatan ini juga merupakan sebuah aktivitas co-location yang sederhana.
  • Hot SwapHot Swap merupakan fungsi umum pada HDD Server, dimana unit-unit HDD dapat di cabut dan dipasang pada saat komputer tersebut hidup (on). Fungsi hot-swap sangat berguna ketika HDD server mengalami masalah hingga perlu diganti. Hot Swap biasanya memerlukan suatu bay (dudukan slot khusus) pada chassis, sehingga mempermudahkan kita ketika akan mencabut atau memasangnya. Tipe HDD yang mendukung fungsi swap adalah SCSI 80-pin, SAS dan S-ATA.
  • Redundant – Redundant merupakan kemampuan server untuk membackup sumber daya listrik ketika terjadi masalah. Server memiliki cadangan daya berupa dua unit modul power supply yang identik, sehingga jika salah satu modul gagal berfungsi maka akan segera digantikan oleh modul cadangan (backup). Redundant merupakan kelengkapan standar pada server high-end.
Redundant Power Supply Unit

Redundant Power Supply Unit

  • Mission Critical – Adalah istilah yang menunjukkan bahwa pada satu institusi, fungsi server tertentu sangat vital. Dengan kata lain, pengoperasian server tersebut sangat penting untuk menjalankan aktivitas rutin, misalnya perbankan yang bekerja dengan data online setiap saat.
  • System integrator – Merupakan perusahaan atau konsultan yang menawarkan jasa integrasi sistem komputer secara keseluruhan, seperti instalasi PC Desktop, jaringan, server, koneksi internet, security system, software aplikasi dan lain-lain sehingga user mendapatkan solusi terintegrasi terhadap kebutuhan organisasi/institusi-nya.
  • Dual Processor (DP) – Merupakan processor yang mendukung instalasi dua buah processor identik secara bersamaan di sistem server, tujuannya agar beban pengolahan pada processor dapat dibagi dan diselesaikan lebih cepat (multitasking & multithreading). Contoh Processor Intel yang mendukung Dual Processor adalah Xeon dan Itanium. Dual Core bukanlah Dual Processor, karena Dual Core hanya fungsi yang terdapat didalam satu keping Processor.
Konfigurasi Dual Processor

Konfigurasi Dual Processor

  • Bechmark – Merupakan satu kegiatan untuk melakukan pengukuran faktor-faktor tertentu pada komputer menggunakan aplikasi pengukur (benchmark applicaton). Faktor pengukur antara lain adalah performa komputer secara keseluruhan (overall performance), daya tahan (reliablity), kestabilan (stability), daya yang digunakan (power consumption) serta hambatan dari proses yang terjadi (barrier). Pada server sendiri, poin yang sering menjadi tolak ukur adalah : performa secara keseluruhan (point/MFLOPS), jumlah user/client optimal & maksimal, network bandwidth (KB/s), processor performance (ALU/ISSE3), memory bandwidth (MB/s), drive index (MB/s), data latency, load power consumption (watt), stress test, stability test dan lain sebagainya. Software benchmark yang umum digunakan antara lain SiSoft Sandra, Web Server Stress Tool, Sysmark, dan lain-lain.
  • Multi Processor (MP) – Merupakan processor yang mendukung instalasi 4 buah processor atau lebih yang identik secara bersamaan pada sistem server. Processor Intel yang mendukung adalah Xeon dan Itanium. Dengan multiprocessor pengolahan aplikasi multitasking akan jauh lebih cepat.
  • Micro-Architecture – Merupakan arsitektur inti dari processor Intel, yang menentukan desain, fitur dan performa processor secara keseluruhan. Umumnya Micro-architecture melambangkan generasi processor tersebut.

Tabel Micro-architecture Processor Intel Xeon

Processor Micro-architecture
Intel Xeon 3200 series Intel Core
Intel Xeon 3000 series Intel Core
Intel Xeon 5300 series Intel Core
Intel Xeon 5100 series Intel Core
Intel Xeon 5000 series Intel NetBurst
Intel Xeon 70000 series Intel NetBurst
Intel Pentium 4 Intel NetBurst
Intel Pentium D Intel NetBurst
Intel Core 2 Duo Intel Core
Intel Core 2 Quad Intel Core

Intel mengenal dua macam generasi micro-architecture, yaitu NetBurst & Core. Core sendiri merupakan generasi terbaru pengganti NetBurst, dengan benefit : jalur data yang lebih lebar, transfer data yang lebih cepat, cache memory yang lebih besar, sistem kerja yang lebih cerdas serta energi yang lebih efisien.
Tabel Beberapa fitur pada platform Server Intel

Intel Wide Dynamic Execution Meningkatkan jumlah instruksi per-clock cycle agar memperpendek waktu eksekusi dan efisiensi energi pada processor.
Intel Intelligent Power Capability Mengurangi konsumsi power pada processor.
Intel Advanced Smart Cache Mengurangi waktu latency pada saat core yang berbeda pada processor mengakses cache memory.
Intel Smart Memory Access Mengoptimalisasi penggunaan bandwidth data dari memory subsystem.
Intel Advanced Digital Media Boost Meningkatan performa secara signifikan beberapa aplikasi berbasis multimedia, engineering dan scientific.

Saat ini hampir semua jajaran processor Intel menggunakan micro-architecture Core (lihat tabel diatas).

  • RISC Processor RISC merupakan singkatan Reduced Instruction Set Computer, yaitu sebuah teknik design arsitektur pada sebuah processor. Dengan RISC maka sebuah processor akan bekerja lebih efisien karena mereduksi kerumitan set instruksi yang berhubungan dengan memori utama. Teknik ini akan menghasilkan sebuah program compiler (aplikasi untuk membentuk sebuah software) yang lebih sederhana dan efektif dengan memanfaatkan waktu eksekusi hanya dengan satu clock-cycle, memecah instruksi menjadi beberapa bagian lalu dieksekusi secara bersamaan (pipelining). Dan terakhir, memanfaatkan sebagian besar register daripada memori. RISC processor hanya di-implementasikan pada beberapa perangkat saja, karena processor yang ada saat ini umumnya menggunakan teknologi CISC (Complex Instruction Set Computer). Contoh perangkat yang menggunakan teknik RISC yaitu : Intel Itanium Servers, Sony Playstation, Apple McIntosh, Microsoft Xbox 360 dan Sun UltraSPARC.
RISC  Processor (Intel Itanium2)

RISC Processor (Intel Itanium2)

  • i-PATi-PAT merupakan singkatan dari Intel Platform Administration Technology, yaitu sistem manajemen yang dibuat oleh Intel untuk mempermudah implementasi, pengawasan dan perawatan sistem jaringan server-client berbasis teknologi Intel. i-PAT dibuat untuk menyederhanakan kompleksitas jaringan yang menggunakan sejumlah besar PC Clients.

Benefit i-PAT antara lain :

  • Instalasi Operating System & Aplikasi ke seluruh PC Client hanya melalui satu server saja.
  • Sistem Proteksi HDD dengan mengembalikan (recovery) data ketika terjadi masalah pada PC Client, seperti serangan virus dan lain sebagainya.
  • System Alert OS Crash & [[Hardware], yang akan memberikan warning ketika terjadi masalah pada Operating System dan arsitektur hardware.
  • Manajemen terpusat berbasis web.
  • Monitoring aset dengan sistem pengawasan terpusat melalui sebuah server.

Untuk menjalankan fungsi i-PAT memerlukan syarat tertentu seperti : hardware berbasis Intel (Server dan Client), Operating System Microsoft Windows dan aplikasi i-PAT dari Intel.

  • 32-bit dan 64-bit – Merupakan istilah yang menerangkan lebar jalur data processor, yaitu 32-bit dan 64-bit. Saat ini hampir sebagian besar Processor sudah menggunakan lebar jalur 64-bit, seperti Intel Xeon dan Itanium2. Lebar jalur akan meningkatkan kapasitas sistem pengalamatan (adressing) memori utama, yang pada akhirnya akan meningkatkan performa komputer secara keseluruhan. Processor 32-bit umumnya hanya dapat mengakses RAM dengan kapasitas maksimal 4 Gigabyte, sedangkan 64-bit dapat mengakses sampai dengan 1.000 Gigabyte. Pada Intel, teknologi 64-bit dikenal dengan nama IA64MT, yaitu Intel Architecture 64-bit Memory Technologies. Analogi – Bayangkan sebuah antrian dimeja kasir pasar Supermarket. Anggap saja arsitektur 32-bit masih menggunakan 32 jalur antrian, sedangkan 64-bit memiliki lajur 2x lipat atau 64 buah. Tentu saja 64-bit akan mengolah data jauh lebih baik karena jalur yang dimiliki lebih banyak.
  • CodenameProcessor Intel biasanya memiliki istilah tertentu yang merujuk pada teknologi yang digunakannya, seperti Intel Xeon “Nocona”, “Dempsey” atau “Tulsa”. Istilah ini sering disebut sebagai Codename. Codename adalah istilah yang diciptakan oleh vendor (biasanya oleh para engineer pembuatnya) sebelum produk tersebut dijual dan memiliki nama dagang tersendiri (trade-mark).

Tabel Codename processor Intel & karakteristiknya

Codename Processor Type Detail
Foster Xeon DP/MP NetBurst, 180 nm, Socket-603/604
Prestonia Xeon DP with DDR NetBurst, 130 nm, Socket-604
Gallatin Xeon MP L3 Cache 1~2MB NetBurst, 130 nm, Socket-604
Nocona Xeon with DDR2 64-bit NetBurst, 90 nm, Socket-604
Irwindale Xeon with DDR2 (subseq of Nocona) NetBurst, 90 nm, Socket-604
Paxville DP Xeon Dual Core with 2x L2 Cache 2MB NetBurst, 90 nm, Socket-604
Paxville MP Xeon 70xx with dual L2 Cache 1~2MB NetBurst, 90 nm, Socket-604
Sossaman Xeon “Low Voltage” edition Core, 65 nm, Socket-M
Dempsey Xeon 50xx with 2x L2 Cache 2MB Netburst, 65 nm, Socket LGA771
WoodCrest Xeon 51xx (Core) Core, 65 nm, Socket LGA771
Tulsa Xeon 71xx NetBurst, 65nm, Socket-604
Tigerton Xeon 72xx (Core) Core, 65 nm
Kentsfield Xeon 32xx (Core) Core, 65 nm, Socket LGA775
Wolfdale Xeon 52xx (Core) Core, 65 nm, Socket LGA771
Clovertown Xeon 53xx (Core) Core, 65 nm, Socket LGA771
Harpertown Xeon 54xx (Core) Core, 65 nm, Socket LGA771
Merced Itanium
McKinley Itanium 2
Madison Itanium 2
Deerfield Itanium 2 (Madison) without L3 Cache
Montecito Itanium 2
Shavano Itanium

[edit] Pranala Menarik

//

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Overloking



Prospek dari overclocking suatu sistem komputer dapat menakutkan bagi pengguna baru komputer, dapat dikatakan. Gagasan itu adalah cukup sederhana; buat processor komputer anda berjalan lebih cepat dari kecepatan yang telah ada. Eksekusi dari gagasan ini meskipun demikian, dapat berupa apapun juga tetapi sederhana.

Overclocking yang sukses adalah sering kali merupakan masalah ‘apa yang Anda ketahui’ juga seperti ‘apa yang Anda miliki’. Mengerti simpang siur jalan dari ketergantungan perangkat keras dan Tweaks bahwa dapat membuat perbedaan antara suatu overclock yang sukses dan kegagalan total adalah hal yang menuntut latihan.

Di dalam Pandua pemula ini, kami akan menjelajah proses dari overclocking processor , motherboards dan memori untuk mencapai suatu yang lebih cepat namun komputer yang stabil. Artikel itu akan memandu pembaca langkah-demi-langkah melalui pemahaman overclocking konsep-konsep, bagaimana caranya menemukan opsi overclocking perangkat keras dan proses dari overclocking. Jika anda mempertimbangkan; menganggap diri anda ahli , teruskan baca -ada beberapa tips dan trik dimasukkan dalam panduan ini dan mungkin anda belun mengetahui…

Apa itu Overclocking ?

Overclocking suatu processor atau memori komputer menyebabkan kecepatan yang melebihi kecepatan yang telah ditentukan oleh pabrikannya. Suatu processor 2.4GHz dapat di overclocked ke 2.5GHz atau 2.6GHz, sedangkan memor 200MHz dapat didorong ke 220MHz atau lebih tinggi. Kecepatan tambahan mengakibatkan lebih banyak pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh processor dan/atau memori di dalam jangka waktu tertentu, meningkatkan kinerja komputasi dari PC.

Dapatkah Overclocking merusak Perangkat keras Komputer ?

Ya, tetapi itu adalah pada umumnya tidak mungkin. Secara umum, ketika perangkat keras komputer didorong di luar batas-batas nya, itu akan terkunci ?hancur atau menunjukkan error yang jelas ada kemungkinan processor atau memory mengalami rusak permanen. Perkecualian pada ini adalah jika voltase-voltase yang ekstrim digunakan ketika mencoba pada overclock, tetapi karena kebanyakan motherboards tidak mendukung tegangan terlalu tinggi, dan juga panduan ini, hal ini bukanlah suatu masalah.

Untuk processor-processor yang lebih tua, panas adalah juga suatu faktor . Processor-processor modern mempunyai thermal sensor yang akan melambatkan atau mematikan PC jika terlalu panas , CPUs lebih tua tidak memiliki alat pengamanan ini. Terbaik mengetahui contoh dari ini adalah AMD AthlonXP (socket A/462), yang terkenal karena membakar diri sendiri kurang dari 5 detik jika heatsink tidak terpasang dengan baik atau tidak terpasang sama sekali.

Tujuan dari Overclocking

Alasan paling jelas dan nyata pada overclock suatu sistem komputer adalah untuk menambahkan kinerja dengan tanpa mengeluarkan biaya. Overclocking memori processor dan sistim dapat dengan mantap menaikkan tegangan kinerja game, benchmark score dan bahkan tugas-tugas desktop yang sederhana. Karena hampir setiap processor dan modul memori yang modern adalah overclockable untuk minimal suatu derajat tingkat yang sedikit, hanya sedikit pertimbangan untuk tidak mencobanya.

Peran dari CPU, motherboard dan memori di overclocking

Ketika overclocking suatu komputer, processor, memori sistim dan motherboard semua mempunyai suatu part penting dan yang berbeda untuk bermain di dalam proses. Kemampuan overclock dari tiap komponen mempunyai suatu pengaruh yang penting pada kesuksesan keseluruhan eksperimen .Marilah kita melihat lebih dekat pada masing-masing komponen:

Processor (CPU): Seperti pembaca akan mengetahui, dua variabel yang penting mengurus seberapa cepat suatu processor yang modern berjalan.internal multipliernya dan FSB (Front Side Bus) pengaturan motherboard dan memori. FSB itu adalah kecepatan yang efektif dari data memindahkan antara processor dan memori utama (ini juga dasar kecepatan memori sistim yang berjalan), sedangkan multiplier itu adalah satu indikator internal dari kecepatan dari processor.

Speed Processor sama dengan multiplier (x) FSB di MHz. Oleh karena itu, processor Intel dengan Multiplier 16 bekerja dengan suatu kecepatan FSB dari 200MHz akan berjalan pada 3.2GHz. Ada jalan dua cara suatu processor dapat dibuat untuk berjalan lebih cepat yaitu dengan meningkatkan Multipliernya , atau meningkatkan FSB Speed.

Banyak processor modern mempunyai ‘Multiple Lock’ yang mencegah para pemakai dari mengubah pengaturan Multiplier internal secara parsial atau dengan sepenuhnya, Jadi meningkatkan FSB Speed menuju ke sebagai metoda efektif dan umum dari overclocking.

Memory: Suatu kecepatan sistim memori yang utama menentukan kecepatan dari data memindahkan antara processor, memori dan sisa dari sistim. Seperti dapat anda bayangkan, ini adalah variabel yang paling penting untuk menghitung kinerja dalam beberapa sistem. Di dalam semua sistem Intel dan AMD yang modern, kecepatan FSB adalah secara langsung terhubung dengan kecepatan dari memori secara langsung, sehingga yang lebih cepat memori itu adalah clocked, yang lebih cepat processor dapat berjalan, karena kecepatan pemroses = (pengali yang internal (x) FSB Speed). Ini dapat diubah, hanya 1:1 perbandingan antara kecepatan FSB dan memori adalah paling diinginkan untuk dioverclocking.

AMD Athlon 64 sistem melakukan sesuatu sedikit dengan cara yang berbeda, karena pengontrol memori menjadi bagian dari CPU itu sendiri, maka tidak ada FSB konvensional yang membawa data dari processor ke sisa dari sistim. Overclocking memori masih bekerja sangat utama dengan cara yang sama, meskipun demikian technology/terminology sudah berubah. Lebih pada ini di dalam AMD kami overclocking bagian di bawah.

Motherboard: Sama seperti motherboard itu adalah inti setiap sistem komputer, ini juga pusat usaha untuk overclocking. Circuit motherboard itu sambung processor dan memori bersama-sama dan opsi BIOS nya menentukan secara bagaimana dan seberapa banyak mereka dapat di overclock. Bahkan kualitas memori yang paling tinggi dan kebanyakan processor overclock dapat memenuhi tidak ada apa pun jika yang ditempatkan di suatu motherboard tanpa adanya atau terbatas overclocking pilihan-pilihan dalam BIOS nya, atau suatu board dilengkapi dengan suatu yang baru, dengan kurang baik menerapkan atau chipset core logik tidak stabil.

kembali, masing-masing komponen di atas bergantung pada satu sama lain ketika itu datang pada overclocking.

Pertimbangan perangkat keras untuk overclocking: Panas dan dingin

Semakin cepat suatu komputer berjalan , semakin banyak panas yang dihasilkan. Ini adalah benar ketika voltase dinaikan untuk menyuplai komponen-komponen yang tertentu ditingkatkan, suatu metoda overclocking yang standar. Kelebihan panas di dalam processor, motherboard chipset atau memori dapat menyebabkan ketidakstabilan penurunan drastis dan sistim, dan bisa menjadi salah satu faktor pembatas di dalam menentukan overclock yang maksimum untuk suatu sistim.

stock heatsinks sudah termasuk dengan kebanyakan processor-processor dengan sempurna cukup untuk mendinginkan mereka pada stock speed, tetapi mungkin tidak menangani panas tambahan yang dihasilkan oleh overclocking dengan baik, terutama jika chasis komputer tidak mempunyai ventilasi yang baik. Pembaca bisa lebih baik menanam modal dalam salah satu dari banyak solusi-solusi pendinginan di pasaran, atau sedikitnya membeli beberapa fan menghembus untuk memastikan sirkulasi udara yang lebih baik. mari kita melihat di sini untuk beberapa gagasan pendinginan. Hal yang sama untuk chipset dan untuk suatu pembatasan tingkat derajat , yaitu memori.

Pertimbangan Perangkat Keras untuk Overclocking

Adalah penting juga untuk mengawasi jumlah dari panas processor yang akan ke luar oleh karena ‘yang berkenaan dengan panas mencekik’ sistem pengamanan yang dibuat oleh AMD Athlon 64 dan Intel Pentium 4 processor. Jika CPU ini terlalu panas, mereka akan melambat diri mereka menurun secara drastis untuk menghindari dari terbakar. Para pemakai akan mengenali hal ini dalam kaitan dengan dengan menggunakan istilah mengurangi kecepatan sistim dan benchmark, yang memberikan petunjuk bahwa tambahan pendiginan diperlukan jika mereka ingin melanjutkan overclocking. Yang berkenaan dengan panas mencekik tidak pernah terjadi di dalam penggunaan yang reguler pada suatu processor, tetapi overclocking adalah bukan penggunaan reguler. ;-)

Untuk memonitor temperatur processor itu, mencari ’system health setting’ atau similar entry pada layar BIOS.

Meskipun demikian beberapa CPUs berjalan lebih panas dibanding yang lain (Pentium processor-processor cenderung untuk menyebabkan sedikit lebih banyak panas dibanding AMD ), semua processor yang modern bersuhu antara 35°C -65°C. Jika processor itu menunjukkan temperatur diatas 70°C di dalam BIOS, ini berarti kesempatan stabilitas dan overcloking akan menjadi faktor potensial pembatas di dalam stabilitas komputer itu dan overclocking . Juga merupakan Waktunya untuk mempertimbangkan suatu heatsink yang baru dan casing berventilasi yang lebih baik.

Persyaratan Power Supply

Overclocking suatu sistem komputer juga meningkatkan jumlah dari power yang dihasilkan, dan ini boleh menjurus kepada ketidakstabilan sistim jika persediaan daya hanya 300Watt . Jika overclocking suatu Pentium 4 yang modern atau Athlon 64 sistim, rencanakan untuk membeli power supply minimal 400Watts.

Reboot kembali secara spontan selagi loading biasanya suatu tanda dari ketersediaan power yang tidak cukup. Ketika hal ini terjadi, sudah pasti inilah saatnya membeli power supply yang baru. Pada catatan itu, selagi powersupplies yang menyilaukan penuh dengan lampu , bukan berarti memiliki memiliki kualitas yang baik, atau efisiensi power. Di dalam pengalaman kami, powersupplies yang mendukung PFC atau Active PFC adalah pilihan terbaik.

Prinsip dari Overclocking

Overclocking adalah suatu ilmu pengetahuan sangat tidak jelas; processor bergantung pada stabilitas motherboard dan memori untuk mencapai overclocking, dan sebaliknya. Jika satu komponen ini tidak bisa berjalan pada tekanan dari overclocking, itu akan membatasi yang lain juga.

Panas, stabilitas voltase dan persediaan daya adalah juga relevan pada sukses overclocking. Panas kelebihan, tidak cukup atau terlalu banyak voltase dan kehandalan tidak stabil semua bisa menyebabkan kegagalan yang prematur dari suatu petualangan overclocking, dan itu adalah hampir tak mungkin untuk menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan masalah.

Untuk menghindari frustrasi sedapat mungkin, adalah bersabar. Ikuti arah di bawah dan mengambil overclocking dengan satu langkah kecil pada waktu yang sama, sehingga ketika gangguan terjadi anda akan memiliki suatu set yang lebih kecil dari isu-isu potensial pada troubleshoot.

Persiapan Menghadapi Overclocking

Dalam mendapatkan hasil terbaik dari perangkat keras yang ada, Driver paling terbaru dan Versi BIOS terbaru untuk motherboard itu perlu disediakan. Benchmark-benchmark sistim harus menjalankan pre-overclocking untuk menetapkan suatu kinerja ‘garis belakang’.

Pembaca perlu mengunjungi situs website pabrik motherboard yang anda gunakan untuk memperoleh set terbaru dari driver motherboard anda, seperti juga versi BIOS paling terbaru. versi-versi BIOS Lebih Baru mungkin menambahkan opsi overclocking dan stabilitas, jadi ini selalu suatu langkah pertama yang baik.

Tetapkan suatu Kinerja Garis belakang

Untuk mendapat suatu gagasan bagaimana overclocking meningkatkan kinerja dari suatu komputer, adalah penting untuk mengambil benchmarks dan menetapkan suatu garis belakang kinerja untuk sistim.

Download, instal dan jalankan mengikuti benchmark-benchmark:

  • 3Dmark2001SE
  • X2: Threat (download demo dan gunakan ‘run as benchmark’ checkbox ketika loading.)
  • PCMARK04
  • Sandra 2005 (CPU, benchmarks multimedia dan memori)

Rekam hasil-hasil dari tiap pengujian. Ini akan merupakan Kinerja dasar , suatu tingkatan untuk mengukur sistem komputer secara teroverclock.

Pembaca perlu juga perlu mempertimbangkan mendownload Prime95 burn-in program, karena sangat bermanfaat untuk uji tekanan satu PC yang overclocked untuk memastikan stabilitas.

Menguji BIOS Opsi

Karena motherboard mengendalikan opsi yang anda punya untuk overclocking, itu adalah penting untuk memperhatikan BIOS (Basic I/O Sistim) halaman-halaman dari motherboard itu untuk menguji opsi yang tersedia.

Reboot komputer dan pergi ke BIOS screen dengan menekan kunci DEL berulang-kali selama startup.

Catat bahwa beberapa motherboards bereaksi terhadap kunci yang berbeda untuk masuk ke BIOS. Dell Komputer sebagai contoh sering kali bersandar pada F2 atau F8, selagi pabrikan-pabrikan yang lain memberi pilihan F10 untuk menuju ke BIOS.

Ketika BIOS muncul di layar monitor anda akan disambut dengan menu biru dengan sekitar selusin pilihan. Menjelajah daftar dengan menggunakan arah panah, dan tekan ‘Enter’ untuk memilih suatu menu. Ketika anda selesai tekan tombol ESC untuk keluar, dan menyimpan atau membatalkan perubahan-perubahan apapun yang anda buat pada settingan BIOS.

Prinsip dari Overclocking

Overclocking adalah suatu ilmu pengetahuan sangat tidak jelas; processor bergantung pada stabilitas motherboard dan memori untuk mencapai overclocking, dan sebaliknya. Jika satu komponen ini tidak bisa berjalan pada tekanan dari overclocking, itu akan membatasi yang lain juga.

Panas, stabilitas voltase dan persediaan daya adalah juga relevan pada sukses overclocking. Panas kelebihan, tidak cukup atau terlalu banyak voltase dan kehandalan tidak stabil semua bisa menyebabkan kegagalan yang prematur dari suatu petualangan overclocking, dan itu adalah hampir tak mungkin untuk menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan masalah.

Untuk menghindari frustrasi sedapat mungkin, adalah bersabar. Ikuti arah di bawah dan mengambil overclocking dengan satu langkah kecil pada waktu yang sama, sehingga ketika gangguan terjadi anda akan memiliki suatu set yang lebih kecil dari isu-isu potensial pada troubleshoot.

Persiapan Menghadapi Overclocking

Dalam mendapatkan hasil terbaik dari perangkat keras yang ada, Driver paling terbaru dan Versi BIOS terbaru untuk motherboard itu perlu disediakan. Benchmark-benchmark sistim harus menjalankan pre-overclocking untuk menetapkan suatu kinerja ‘garis belakang’.

Pembaca perlu mengunjungi situs website pabrik motherboard yang anda gunakan untuk memperoleh set terbaru dari driver motherboard anda, seperti juga versi BIOS paling terbaru. versi-versi BIOS Lebih Baru mungkin menambahkan opsi overclocking dan stabilitas, jadi ini selalu suatu langkah pertama yang baik.

Tetapkan suatu Kinerja Garis belakang

Untuk mendapat suatu gagasan bagaimana overclocking meningkatkan kinerja dari suatu komputer, adalah penting untuk mengambil benchmarks dan menetapkan suatu garis belakang kinerja untuk sistim.

Download, instal dan jalankan mengikuti benchmark-benchmark:

> 3Dmark2001SE

> X2: Threat (download demo dan gunakan ‘run as benchmark’ checkbox ketika loading.)

> PCMARK04

>Sandra 2005 (CPU, benchmarks multimedia dan memori)

Rekam hasil-hasil dari tiap pengujian. Ini akan merupakan Kinerja dasar , suatu tingkatan untuk mengukur sistem komputer secara teroverclock.

Pembaca perlu juga perlu mempertimbangkan mendownload Prime95 burn-in program, karena sangat bermanfaat untuk uji tekanan satu PC yang overclocked untuk memastikan stabilitas.

Menguji BIOS Opsi

Karena motherboard mengendalikan opsi yang anda punya untuk overclocking, itu adalah penting untuk memperhatikan BIOS (Basic I/O Sistim) halaman-halaman dari motherboard itu untuk menguji opsi yang tersedia.

Reboot komputer dan pergi ke BIOS screen dengan menekan kunci DEL berulang-kali selama startup.

Catat bahwa beberapa motherboards bereaksi terhadap kunci yang berbeda untuk masuk ke BIOS. Dell Komputer sebagai contoh sering kali bersandar pada F2 atau F8, selagi pabrikan-pabrikan yang lain memberi pilihan F10 untuk menuju ke BIOS.

Ketika BIOS muncul di layar monitor anda akan disambut dengan menu biru dengan sekitar selusin pilihan. Menjelajah daftar dengan menggunakan arah panah, dan tekan ‘Enter’ untuk memilih suatu menu. Ketika anda selesai tekan tombol ESC untuk keluar, dan menyimpan atau membatalkan perubahan-perubahan apapun yang anda buat pada settingan BIOS.

Fitur yang pertama yang dicari adalah CPU dan FSB speed adjustment controller. Secara umum, ini akan berada pada bagian BIOS yaitu ‘frequency/voltage control’.

BIOS Overclocking Opsi berlanjut

Seperti yang dilihat pada screenshots di bawah, halaman ini akan berisi penyesuaian FSB control dan penyesuaian voltase control.

Meningkatkan FSB atau ‘CPU host frekuensi’ atau (Motherboard Clock atau FSB atau sejumlah besar terminologi yang lain untuk hal yang sama) akan meningkatkan kecepatan FSB dari motherboard, overclocking processor dan memori pada waktu yang sama.

Meningkatkan voltase itu kepada Core CPU, memori atau chipset akan memakan lebih power terhadap komponen-komponen untuk membantu di dalam stabilitas selagi panas meningkat.

Halaman ini boleh juga berisi opsi memori divider tergantung pada motherboard.

Segalanya yang diperlukan pada overclock sistim ini harus dihalaman BIOS ini.
Bios motherboard yang berbeda akan tampak berbeda dan menggunakan nama-nama yang berbeda untuk berbagai menu-menu dan opsi, tetapi opsi sendiri harus dikelompokkan bersama-sama dalam satu menu seperti yang dilihat di atas. Jika opsi pemilihan waktu memori tidak kelihatan, cobalah menekan CTRL+ALT+F1 ketika memasuki BIOS.

BIOS halaman yang kedua harus dikenali sebagai ‘PC health status’ , atau similar.


Prospek dari overclocking suatu sistem komputer dapat menakutkan bagi pengguna baru komputer, dapat dikatakan. Gagasan itu adalah cukup sederhana; buat processor komputer anda berjalan lebih cepat dari kecepatan yang telah ada. Eksekusi dari gagasan ini meskipun demikian, dapat berupa apapun juga tetapi sederhana.

Overclocking yang sukses adalah sering kali merupakan masalah ‘apa yang Anda ketahui’ juga seperti ‘apa yang Anda miliki’. Mengerti simpang siur jalan dari ketergantungan perangkat keras dan Tweaks bahwa dapat membuat perbedaan antara suatu overclock yang sukses dan kegagalan total adalah hal yang menuntut latihan.

Di dalam Pandua pemula ini, kami akan menjelajah proses dari overclocking processor , motherboards dan memori untuk mencapai suatu yang lebih cepat namun komputer yang stabil. Artikel itu akan memandu pembaca langkah-demi-langkah melalui pemahaman overclocking konsep-konsep, bagaimana caranya menemukan opsi overclocking perangkat keras dan proses dari overclocking. Jika anda mempertimbangkan; menganggap diri anda ahli , teruskan baca -ada beberapa tips dan trik dimasukkan dalam panduan ini dan mungkin anda belun mengetahui…

Apa itu Overclocking ?

Overclocking suatu processor atau memori komputer menyebabkan kecepatan yang melebihi kecepatan yang telah ditentukan oleh pabrikannya. Suatu processor 2.4GHz dapat di overclocked ke 2.5GHz atau 2.6GHz, sedangkan memor 200MHz dapat didorong ke 220MHz atau lebih tinggi. Kecepatan tambahan mengakibatkan lebih banyak pekerjaan yang sedang dilaksanakan oleh processor dan/atau memori di dalam jangka waktu tertentu, meningkatkan kinerja komputasi dari PC.

Dapatkah Overclocking merusak Perangkat keras Komputer ?

Ya, tetapi itu adalah pada umumnya tidak mungkin. Secara umum, ketika perangkat keras komputer didorong di luar batas-batas nya, itu akan terkunci ?hancur atau menunjukkan error yang jelas ada kemungkinan processor atau memory mengalami rusak permanen. Perkecualian pada ini adalah jika voltase-voltase yang ekstrim digunakan ketika mencoba pada overclock, tetapi karena kebanyakan motherboards tidak mendukung tegangan terlalu tinggi, dan juga panduan ini, hal ini bukanlah suatu masalah.

Untuk processor-processor yang lebih tua, panas adalah juga suatu faktor . Processor-processor modern mempunyai thermal sensor yang akan melambatkan atau mematikan PC jika terlalu panas , CPUs lebih tua tidak memiliki alat pengamanan ini. Terbaik mengetahui contoh dari ini adalah AMD AthlonXP (socket A/462), yang terkenal karena membakar diri sendiri kurang dari 5 detik jika heatsink tidak terpasang dengan baik atau tidak terpasang sama sekali.

Tujuan dari Overclocking

Alasan paling jelas dan nyata pada overclock suatu sistem komputer adalah untuk menambahkan kinerja dengan tanpa mengeluarkan biaya. Overclocking memori processor dan sistim dapat dengan mantap menaikkan tegangan kinerja game, benchmark score dan bahkan tugas-tugas desktop yang sederhana. Karena hampir setiap processor dan modul memori yang modern adalah overclockable untuk minimal suatu derajat tingkat yang sedikit, hanya sedikit pertimbangan untuk tidak mencobanya.

Peran dari CPU, motherboard dan memori di overclocking

Ketika overclocking suatu komputer, processor, memori sistim dan motherboard semua mempunyai suatu part penting dan yang berbeda untuk bermain di dalam proses. Kemampuan overclock dari tiap komponen mempunyai suatu pengaruh yang penting pada kesuksesan keseluruhan eksperimen .Marilah kita melihat lebih dekat pada masing-masing komponen:

Processor (CPU): Seperti pembaca akan mengetahui, dua variabel yang penting mengurus seberapa cepat suatu processor yang modern berjalan.internal multipliernya dan FSB (Front Side Bus) pengaturan motherboard dan memori. FSB itu adalah kecepatan yang efektif dari data memindahkan antara processor dan memori utama (ini juga dasar kecepatan memori sistim yang berjalan), sedangkan multiplier itu adalah satu indikator internal dari kecepatan dari processor.

Speed Processor sama dengan multiplier (x) FSB di MHz. Oleh karena itu, processor Intel dengan Multiplier 16 bekerja dengan suatu kecepatan FSB dari 200MHz akan berjalan pada 3.2GHz. Ada jalan dua cara suatu processor dapat dibuat untuk berjalan lebih cepat yaitu dengan meningkatkan Multipliernya , atau meningkatkan FSB Speed.

Banyak processor modern mempunyai ‘Multiple Lock’ yang mencegah para pemakai dari mengubah pengaturan Multiplier internal secara parsial atau dengan sepenuhnya, Jadi meningkatkan FSB Speed menuju ke sebagai metoda efektif dan umum dari overclocking.

Memory: Suatu kecepatan sistim memori yang utama menentukan kecepatan dari data memindahkan antara processor, memori dan sisa dari sistim. Seperti dapat anda bayangkan, ini adalah variabel yang paling penting untuk menghitung kinerja dalam beberapa sistem. Di dalam semua sistem Intel dan AMD yang modern, kecepatan FSB adalah secara langsung terhubung dengan kecepatan dari memori secara langsung, sehingga yang lebih cepat memori itu adalah clocked, yang lebih cepat processor dapat berjalan, karena kecepatan pemroses = (pengali yang internal (x) FSB Speed). Ini dapat diubah, hanya 1:1 perbandingan antara kecepatan FSB dan memori adalah paling diinginkan untuk dioverclocking.

AMD Athlon 64 sistem melakukan sesuatu sedikit dengan cara yang berbeda, karena pengontrol memori menjadi bagian dari CPU itu sendiri, maka tidak ada FSB konvensional yang membawa data dari processor ke sisa dari sistim. Overclocking memori masih bekerja sangat utama dengan cara yang sama, meskipun demikian technology/terminology sudah berubah. Lebih pada ini di dalam AMD kami overclocking bagian di bawah.

Motherboard: Sama seperti motherboard itu adalah inti setiap sistem komputer, ini juga pusat usaha untuk overclocking. Circuit motherboard itu sambung processor dan memori bersama-sama dan opsi BIOS nya menentukan secara bagaimana dan seberapa banyak mereka dapat di overclock. Bahkan kualitas memori yang paling tinggi dan kebanyakan processor overclock dapat memenuhi tidak ada apa pun jika yang ditempatkan di suatu motherboard tanpa adanya atau terbatas overclocking pilihan-pilihan dalam BIOS nya, atau suatu board dilengkapi dengan suatu yang baru, dengan kurang baik menerapkan atau chipset core logik tidak stabil.

kembali, masing-masing komponen di atas bergantung pada satu sama lain ketika itu datang pada overclocking.

Pertimbangan perangkat keras untuk overclocking: Panas dan dingin

Semakin cepat suatu komputer berjalan , semakin banyak panas yang dihasilkan. Ini adalah benar ketika voltase dinaikan untuk menyuplai komponen-komponen yang tertentu ditingkatkan, suatu metoda overclocking yang standar. Kelebihan panas di dalam processor, motherboard chipset atau memori dapat menyebabkan ketidakstabilan penurunan drastis dan sistim, dan bisa menjadi salah satu faktor pembatas di dalam menentukan overclock yang maksimum untuk suatu sistim.

stock heatsinks sudah termasuk dengan kebanyakan processor-processor dengan sempurna cukup untuk mendinginkan mereka pada stock speed, tetapi mungkin tidak menangani panas tambahan yang dihasilkan oleh overclocking dengan baik, terutama jika chasis komputer tidak mempunyai ventilasi yang baik. Pembaca bisa lebih baik menanam modal dalam salah satu dari banyak solusi-solusi pendinginan di pasaran, atau sedikitnya membeli beberapa fan menghembus untuk memastikan sirkulasi udara yang lebih baik. mari kita melihat di sini untuk beberapa gagasan pendinginan. Hal yang sama untuk chipset dan untuk suatu pembatasan tingkat derajat , yaitu memori.

Pertimbangan Perangkat Keras untuk Overclocking

Adalah penting juga untuk mengawasi jumlah dari panas processor yang akan ke luar oleh karena ‘yang berkenaan dengan panas mencekik’ sistem pengamanan yang dibuat oleh AMD Athlon 64 dan Intel Pentium 4 processor. Jika CPU ini terlalu panas, mereka akan melambat diri mereka menurun secara drastis untuk menghindari dari terbakar. Para pemakai akan mengenali hal ini dalam kaitan dengan dengan menggunakan istilah mengurangi kecepatan sistim dan benchmark, yang memberikan petunjuk bahwa tambahan pendiginan diperlukan jika mereka ingin melanjutkan overclocking. Yang berkenaan dengan panas mencekik tidak pernah terjadi di dalam penggunaan yang reguler pada suatu processor, tetapi overclocking adalah bukan penggunaan reguler. ;-)

Untuk memonitor temperatur processor itu, mencari ’system health setting’ atau similar entry pada layar BIOS.

Meskipun demikian beberapa CPUs berjalan lebih panas dibanding yang lain (Pentium processor-processor cenderung untuk menyebabkan sedikit lebih banyak panas dibanding AMD ), semua processor yang modern bersuhu antara 35°C -65°C. Jika processor itu menunjukkan temperatur diatas 70°C di dalam BIOS, ini berarti kesempatan stabilitas dan overcloking akan menjadi faktor potensial pembatas di dalam stabilitas komputer itu dan overclocking . Juga merupakan Waktunya untuk mempertimbangkan suatu heatsink yang baru dan casing berventilasi yang lebih baik.

Persyaratan Power Supply

Overclocking suatu sistem komputer juga meningkatkan jumlah dari power yang dihasilkan, dan ini boleh menjurus kepada ketidakstabilan sistim jika persediaan daya hanya 300Watt . Jika overclocking suatu Pentium 4 yang modern atau Athlon 64 sistim, rencanakan untuk membeli power supply minimal 400Watts.

Reboot kembali secara spontan selagi loading biasanya suatu tanda dari ketersediaan power yang tidak cukup. Ketika hal ini terjadi, sudah pasti inilah saatnya membeli power supply yang baru. Pada catatan itu, selagi powersupplies yang menyilaukan penuh dengan lampu , bukan berarti memiliki memiliki kualitas yang baik, atau efisiensi power. Di dalam pengalaman kami, powersupplies yang mendukung PFC atau Active PFC adalah pilihan terbaik.

Prinsip dari Overclocking

Overclocking adalah suatu ilmu pengetahuan sangat tidak jelas; processor bergantung pada stabilitas motherboard dan memori untuk mencapai overclocking, dan sebaliknya. Jika satu komponen ini tidak bisa berjalan pada tekanan dari overclocking, itu akan membatasi yang lain juga.

Panas, stabilitas voltase dan persediaan daya adalah juga relevan pada sukses overclocking. Panas kelebihan, tidak cukup atau terlalu banyak voltase dan kehandalan tidak stabil semua bisa menyebabkan kegagalan yang prematur dari suatu petualangan overclocking, dan itu adalah hampir tak mungkin untuk menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan masalah.

Untuk menghindari frustrasi sedapat mungkin, adalah bersabar. Ikuti arah di bawah dan mengambil overclocking dengan satu langkah kecil pada waktu yang sama, sehingga ketika gangguan terjadi anda akan memiliki suatu set yang lebih kecil dari isu-isu potensial pada troubleshoot.

Persiapan Menghadapi Overclocking

Dalam mendapatkan hasil terbaik dari perangkat keras yang ada, Driver paling terbaru dan Versi BIOS terbaru untuk motherboard itu perlu disediakan. Benchmark-benchmark sistim harus menjalankan pre-overclocking untuk menetapkan suatu kinerja ‘garis belakang’.

Pembaca perlu mengunjungi situs website pabrik motherboard yang anda gunakan untuk memperoleh set terbaru dari driver motherboard anda, seperti juga versi BIOS paling terbaru. versi-versi BIOS Lebih Baru mungkin menambahkan opsi overclocking dan stabilitas, jadi ini selalu suatu langkah pertama yang baik.

Tetapkan suatu Kinerja Garis belakang

Untuk mendapat suatu gagasan bagaimana overclocking meningkatkan kinerja dari suatu komputer, adalah penting untuk mengambil benchmarks dan menetapkan suatu garis belakang kinerja untuk sistim.

Download, instal dan jalankan mengikuti benchmark-benchmark:

  • 3Dmark2001SE
  • X2: Threat (download demo dan gunakan ‘run as benchmark’ checkbox ketika loading.)
  • PCMARK04
  • Sandra 2005 (CPU, benchmarks multimedia dan memori)

Rekam hasil-hasil dari tiap pengujian. Ini akan merupakan Kinerja dasar , suatu tingkatan untuk mengukur sistem komputer secara teroverclock.

Pembaca perlu juga perlu mempertimbangkan mendownload Prime95 burn-in program, karena sangat bermanfaat untuk uji tekanan satu PC yang overclocked untuk memastikan stabilitas.

Menguji BIOS Opsi

Karena motherboard mengendalikan opsi yang anda punya untuk overclocking, itu adalah penting untuk memperhatikan BIOS (Basic I/O Sistim) halaman-halaman dari motherboard itu untuk menguji opsi yang tersedia.

Reboot komputer dan pergi ke BIOS screen dengan menekan kunci DEL berulang-kali selama startup.

Catat bahwa beberapa motherboards bereaksi terhadap kunci yang berbeda untuk masuk ke BIOS. Dell Komputer sebagai contoh sering kali bersandar pada F2 atau F8, selagi pabrikan-pabrikan yang lain memberi pilihan F10 untuk menuju ke BIOS.

Ketika BIOS muncul di layar monitor anda akan disambut dengan menu biru dengan sekitar selusin pilihan. Menjelajah daftar dengan menggunakan arah panah, dan tekan ‘Enter’ untuk memilih suatu menu. Ketika anda selesai tekan tombol ESC untuk keluar, dan menyimpan atau membatalkan perubahan-perubahan apapun yang anda buat pada settingan BIOS.

Prinsip dari Overclocking

Overclocking adalah suatu ilmu pengetahuan sangat tidak jelas; processor bergantung pada stabilitas motherboard dan memori untuk mencapai overclocking, dan sebaliknya. Jika satu komponen ini tidak bisa berjalan pada tekanan dari overclocking, itu akan membatasi yang lain juga.

Panas, stabilitas voltase dan persediaan daya adalah juga relevan pada sukses overclocking. Panas kelebihan, tidak cukup atau terlalu banyak voltase dan kehandalan tidak stabil semua bisa menyebabkan kegagalan yang prematur dari suatu petualangan overclocking, dan itu adalah hampir tak mungkin untuk menunjukkan dengan tepat apa yang menyebabkan masalah.

Untuk menghindari frustrasi sedapat mungkin, adalah bersabar. Ikuti arah di bawah dan mengambil overclocking dengan satu langkah kecil pada waktu yang sama, sehingga ketika gangguan terjadi anda akan memiliki suatu set yang lebih kecil dari isu-isu potensial pada troubleshoot.

Persiapan Menghadapi Overclocking

Dalam mendapatkan hasil terbaik dari perangkat keras yang ada, Driver paling terbaru dan Versi BIOS terbaru untuk motherboard itu perlu disediakan. Benchmark-benchmark sistim harus menjalankan pre-overclocking untuk menetapkan suatu kinerja ‘garis belakang’.

Pembaca perlu mengunjungi situs website pabrik motherboard yang anda gunakan untuk memperoleh set terbaru dari driver motherboard anda, seperti juga versi BIOS paling terbaru. versi-versi BIOS Lebih Baru mungkin menambahkan opsi overclocking dan stabilitas, jadi ini selalu suatu langkah pertama yang baik.

Tetapkan suatu Kinerja Garis belakang

Untuk mendapat suatu gagasan bagaimana overclocking meningkatkan kinerja dari suatu komputer, adalah penting untuk mengambil benchmarks dan menetapkan suatu garis belakang kinerja untuk sistim.

Download, instal dan jalankan mengikuti benchmark-benchmark:

> 3Dmark2001SE

> X2: Threat (download demo dan gunakan ‘run as benchmark’ checkbox ketika loading.)

> PCMARK04

>Sandra 2005 (CPU, benchmarks multimedia dan memori)

Rekam hasil-hasil dari tiap pengujian. Ini akan merupakan Kinerja dasar , suatu tingkatan untuk mengukur sistem komputer secara teroverclock.

Pembaca perlu juga perlu mempertimbangkan mendownload Prime95 burn-in program, karena sangat bermanfaat untuk uji tekanan satu PC yang overclocked untuk memastikan stabilitas.

Menguji BIOS Opsi

Karena motherboard mengendalikan opsi yang anda punya untuk overclocking, itu adalah penting untuk memperhatikan BIOS (Basic I/O Sistim) halaman-halaman dari motherboard itu untuk menguji opsi yang tersedia.

Reboot komputer dan pergi ke BIOS screen dengan menekan kunci DEL berulang-kali selama startup.

Catat bahwa beberapa motherboards bereaksi terhadap kunci yang berbeda untuk masuk ke BIOS. Dell Komputer sebagai contoh sering kali bersandar pada F2 atau F8, selagi pabrikan-pabrikan yang lain memberi pilihan F10 untuk menuju ke BIOS.

Ketika BIOS muncul di layar monitor anda akan disambut dengan menu biru dengan sekitar selusin pilihan. Menjelajah daftar dengan menggunakan arah panah, dan tekan ‘Enter’ untuk memilih suatu menu. Ketika anda selesai tekan tombol ESC untuk keluar, dan menyimpan atau membatalkan perubahan-perubahan apapun yang anda buat pada settingan BIOS.

Fitur yang pertama yang dicari adalah CPU dan FSB speed adjustment controller. Secara umum, ini akan berada pada bagian BIOS yaitu ‘frequency/voltage control’.

BIOS Overclocking Opsi berlanjut

Seperti yang dilihat pada screenshots di bawah, halaman ini akan berisi penyesuaian FSB control dan penyesuaian voltase control.

Meningkatkan FSB atau ‘CPU host frekuensi’ atau (Motherboard Clock atau FSB atau sejumlah besar terminologi yang lain untuk hal yang sama) akan meningkatkan kecepatan FSB dari motherboard, overclocking processor dan memori pada waktu yang sama.

Meningkatkan voltase itu kepada Core CPU, memori atau chipset akan memakan lebih power terhadap komponen-komponen untuk membantu di dalam stabilitas selagi panas meningkat.

Halaman ini boleh juga berisi opsi memori divider tergantung pada motherboard.

Segalanya yang diperlukan pada overclock sistim ini harus dihalaman BIOS ini.
Bios motherboard yang berbeda akan tampak berbeda dan menggunakan nama-nama yang berbeda untuk berbagai menu-menu dan opsi, tetapi opsi sendiri harus dikelompokkan bersama-sama dalam satu menu seperti yang dilihat di atas. Jika opsi pemilihan waktu memori tidak kelihatan, cobalah menekan CTRL+ALT+F1 ketika memasuki BIOS.

BIOS halaman yang kedua harus dikenali sebagai ‘PC health status’ , atau similar.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Software dan Hadware


// 10 ? 5 : 1;
var dir = xf>x0 ? 1 : -1;
var x = x0 + dx * dir;
gb.style.right = x.toString() + “px”;
if(x0!=xf){setTimeout(“moveGB(“+x+”, “+xf+”)”, 10);}
}
// ]]>

//

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

SAYA MENGHASILKAN RP.5.544.442 DALAM SEHARI
CUMA ISI REKENING BANK, UANG LANGSUNG MENGALIR KE
INVESTASI 100 RIBU HASIL 1,5 JUTA / HARI
SYARAT BISA INTERNET DAN FACEBOOK, KLIK DISINI SKR
MODAL CUMA 100 RIBU DAPAT 30 JUTA / BULAN
SYARAT BISA INTERNET DAN FACEBOOK, KLIK DISINI SKR
BUKTIKAN ANDA JUGA BISA DAPAT HASIL
Bisnis Sejahtera, Tanpa SUSAH Payah CUkup Gabung A
DAPATKAN DOWNLINE BAGI PENDAFTAR SEKARANG
Bisnis Sukses Anda, Tan pa Buat Website, tanpa Bel
Anda DICARIKAN Investor dan Pasti Sukses
Tanpa BUAT Website tanpa Beli domai Hosting, cuku
INGIN MENDAPATKAN GAJI RP.28 JUTA/BULAN? SYARAT HA
INGIN MENDAPATKAN GAJI RP.28 JUTA/BULAN? SYARAT HA
CARA MUDAH DAPAT 2,5 JUTA DALAM SEHARI KLIK DISIN
INVESTASI HANYA 100RIBU, HASIL 2,5 JUTA / HARI, BU
Bisnis Sukses Anda disini, CUKUP GABUNG SUDAH PASI
Bisnis Sukses Anda disini
Bisnis Sukses Anda disini
MODAL 50.000 BISA DPT MESIN UANG+250 PRODUK BONUS
Www.Pemburururpiah.Com Ubah 50.000 Jadi 2,5Jt/Hr
Cara Mudah Hasilkan Uang Otomatis Lewat Internet
Unicore: Bisnis Pencetak Milyarder
Bisnis Pencetak Milyarder Kini Hadir dengan Sis
Sudah Saatnya Anda Sukses dan Meraih Jutaan Rupiah
Selamat , Anda sudah berada di media yang tepat un

KumpulBlogger.com

Traffik

Senin, 21 Juni 2010

Panduan Teknisi Komputer: Instalasi Windows XP SP2 (Bag 1)

Instalasi Windows adalah pengetahuan dasar bagi orang yang ingin berkecimpung dalam dunia Komputer. Baik menjadi teknisi maupun bagi seorang programmer komputer.

Disini, saya akan memberikan pengetahuan mengenai Instalasi Windows XP secara mudah agar bisa dimengerti oleh orang awam sekalipun.

Pada pelajaran pertama ini, ikuti tulisan saya mengenai Panduan Instalasi Komputer (Pelajaran Pertama) pada Link berikut:

http://www.ziddu.com/downloadlink/10383513/anInstalasiKomputerdenganCDWindowsXPSP2HariPertama.doc

Semoga bermanfaat. Terus ikuti pelajaran pada hari kedua…

Diposkan oleh Ustman Daud di 07:15 0 komentar
Reaksi:

Selasa, 18 Mei 2010

Western Digital WD20EARS Caviar; Harddisk yang Ramah Lingkungan

WD Caviar Green Driver mereduksi penggunaan power
WD mereduksi penggunaan power hingga 40 persen dibandingkan harddisk lain. Dengan kombinasi WD’s ntelliSeek™, NoTouch™, dan IntelliPower™ technologies. Dengan begitu, harddisk ini menghemat 4 sampai 5 watt.
Seperti yang dirilis oleh WD sendiri, teknologi yang di gunakan adalah sebagai berikut:

IntelliPower – A fine-tuned balance of spin speed, transfer rate and caching algorithms designed to deliver both significant power savings and solid performance. StableTrac – The motor shaft is secured at both ends to reduce system-induced vibration and stabilize platters for accurate tracking, during read and write operations. Advanced power technology – Electronic components deliver best-in-class low power consumption for reduced power requirements and increased reliability.

Specifikasi:

Drive Type: Internal

Capacity: 2TB

Interface: SATA 3.0Gb/s

Interface Type: SATA

Spindle Speed (RPM): Intellipower

Buffer Memory: 64MB

Data Transfer Rate on Serial ATA: Up to 3000 Mb/sec

Form Factor: 3.5″

Temperature, Operating (°C): 0 to 60

Temperature, Nonoperating (°C): -40 to 70

Shock, Operating: 2 msec (Gs): 65

Shock, Nonoperating: 2 msec (Gs): 250

Diposkan oleh Ustman Daud di 22:10 0 komentar
Label:
Reaksi:

Rabu, 14 April 2010

10 Hal Sepele Yang Membuat Komputer Memiliki Masalah BESAR!

1. Kipas

Kipas berfungsi sebagai pengalir hawa panas yang disebabkan oleh komponen komputer, terutama Processor, IC dan Transistor. Kipas biasanya bekerjasama dengan Heatsink yang berfungsi menyerap panas. Panas yang diserap oleh Heatsink dibuang oleh kipas.

Akibat tidak bekerjanya kipas, menyebabkan hawa panas yang seharusnya dibuang jadi mengendap yang menimbulkan panas berlebih. Bila panas pada Processor, IC atau Transistor mencapai batas toleransi, maka akan menyebabkan komputer menjadi Hang, atau bahkan mati mendadak.

Untuk pembahasan lebih jauh mengenai kipas ini, baca: Perlunya Mengecek Kondisi Kipas pada Komputer.

2. Baterai

Baterai pada komputer yang dimaksud adalah baterai CMOS/BIOS yang berfungsi menyimpan program atau settingan sebuah komputer. Dengan adanya baterai, maka fungsi settingan program di BIOS/CMOS terus disimpan meskipun seharian atau bahkan seminggu komputer dimatikan. Hal ini bisa kita lihat dalam hal penanggalan dan waktu yang tetap berjalan meski komputer dalam kondisi mati.

Bila baterai tidak berjalan, maka semua settingan akan kembali pada posisi default, yaitu posisi dimana IC program (BIOS/CMOS) mengikuti settingan pabrik. Karena itu, tanggalan dan waktupun kembali pada posisi awal.

Lebih jauh, akibat tidak berfungsinya baterai, kita akan direpotkan dengan perintah Press F1 to Continue, Press Del to Setup atau pernyataan sejenis. Pada beberapa program tertentu, tidak berjalannya baterai dan tidak disetup ulangnya BIOS, menyebabkan program tidak berjalan.

Bahkan, beberapa kondisi memungkinkan tidak bisa hidupnya sebuah komputer akibat matinya/erornya baterai. (Baca : Baterai Bukan Hal Sepele)

3. Jumper

Jumper adalah sebuah penghubung sebuah connector yang berfungsi sebagai setting dalam sebuah komputer. Macam-macam jumper kita bisa temukan baik di Motherboard, CDRom, VGA Card, Harddisk, dll.

Kesalahan dalam memasang jumper, bisa mengakibatkan tidak berfungsinya beberapa hardware komputer kita. Seperti tidak terdeteksinya Harddisk, tidak berbunyinya sound, dan bahkan matinya sebuah komputer.

Dalam buku manual setiap Hardware, pengetahuan tentang jumper dan petunjuknya biasanya telah ada. Untuk itu, baca secara teliti buku manual sebelum anda melakukan perubahan-perubahan terhadap jumper. (Lihat: Jumper pada Komputer, Apa dan Untuk Apa?)

4. Tombol Power dan Reset “mendem”

Anda pernah mengalami komputer yang hidup kemudian mati tidak beberapa lama? Atau komputer anda hidup, tetapi tidak menampilkan OS sebagaimana mestinya (Blank). Coba perhatikan tombol power dan tombol reset anda yang terdapat di Casing.

Bisa jadi, kerusakan yang anda alami adalah masalah sepele seperti mendem nya tombol power dan reset yang tidak bisa kembali pada posisi awal. (Baca juga: Kerusakan Tombol Power dan Reset yang Bikin KEDER!)

5. Power Supply

Power supply adalah tenaga yang menggerakan komputer. Power Supply lebih berfungsi seperti Adaptor yang mengubah tegangan AC (Listrik) menjadi DC. Kerusakan power supply bisa berakibat fatal terhadap komponen-komponen (Hardware) lainnya.

Untuk itu, bila terjadi hang atau restart pada komputer anda, coba lakukan pengecekan. Apakah power anda berfungsi dengan baik. Mulailah dengan melakukan pengecekan rutin terhadap kipas yang ada di power supply. Cek teganggan power supply yang biasanya terdiri dari tegangan DC 5 V dan 12 V yang ada di Power Management yang ada di BIOS/CMOS. (Lihat: Power Supply, Penggerak Tenaga yang Vital)

6. Setup Bios

Bila anda bukan seorang expert di bidang komputer, hindarkan penyetelan settingan yang ada di BIOS/CMOS. Sebab bila tidak, maka kesalahan terhadap settingan akan menyebabkan komputer anda tidak bisa melakukan booting, hang atau malah mati total.

Bila hal itu anda lakukan dan komputer anda bermasalah, kembalikan settinga BIOS pada posisi default. Yaitu dengan merubah posisi jumper pada posisi clear CMOS.

7. Kotoran dan karat

Kotoran bisa mengakibatkan kinerja komputer menjadi lambat. Banyaknya debu yang menghalangi kipas dan soket-soket pada sebuah komputer bisa menyebabkan tidak bekerjanya dengan baik komputer kita. Bahkan bisa menimbulkan kerusakan/eror yang menyebabkan komputer tidak bisa berfungsi. Lakukan pembersihan berkala terhadap komputer dengan membuang kotoran menggunakan kuas. Untuk kipas lakukan penyemprotan dengan contact cleaner.

Karat, sering timbul bila komputer jarang digunakan. Seperti kita ketahui, udara terdiri dari uap air. Komputer yang jarang digunakan menyebabkan uap air di udara dalam casing membuat karat pada komponen-komponen logam seperti IC, bahkan Casing itu sendiri.

Oleh sebab itu, sebaiknya komputer jangan terlalu lama tidak aktif apalagi hingga berbulan-bulan. sebab, karat yang timbul bisa saja menyebabkan komputer tidak lagi bisa berfungsi.

8. Pasang hardware yang kurang kencang

Sering dalam pemasangan hardware atau komponen-komponen komputer, kita tidak atau lupa memperhatikan apakah komponen atau hardware tersebut telah terpasang dengan baik. Sebab bila tidak, tentu saja hardware dan komputer kita tidak bisa berfungsi dengan baik. Terkadang, pemasangan yang tidak baik bisa menimbulkan konslet yang membuat komponen kita terbakar dan tidak dapat dipergunakan kembali.

Periksalah kondisi dari komponen-komponen anda kembali, apakah telah terpasang dengan baik. Bila komputer anda mati, lakukan pengencangan-pengencangan terhadap harware baik yang ada di dalam maupun di luar CPU. Baik itu RAM, VGA CARD bahkan kabel data monitor atau sound.

9. Driver

Driver adalah sebuah software yang bekerja untuk mengaktifkan sebuah hardware. Sebuah driver biasanya disertakan dalam sebuah hardware yang kita beli. Masalahnya, bila kita membeli komputer second, jarang kita mendapatkan sebuah CD Driver.

Untuk itu, kita harus mencari driver sendiri. Baik dengan mencari CD Drivernya, maupun download di internet.

Kesalahan dalam download ataupun CD driver, membuat komputer tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Misalnya sound tidak mengeluarkan suara, display yang tidak bekerja dan hal lain. Bahkan, kesalahan driver menyebabkan komputer Hang, restart maupun Blue Screen.

Pastikan kita memilih driver yang benar untuk komputer kita. Bila anda men-download, lakukan download pada provider penyedia hardware anda.

10. Listrik

Masalah kelistrikan perlu juga diperhatikan. Sering kita menggunakan kabel gulung untuk komputer dan peralatan komputer lainnya. Bila kabel gulung yang kita gunakan memiliki kualitas yang kurang baik, maka bisa menimbulkan gesekan listrik (disebabkan soket listrik kendor) yang mengakibakan komputer konslet (terbakar). Ampere listrik yang kurang, mengakibakan tidak bekerjanya secara sempurna power atau juga mengakibatkan konslet / panas pada kabel listrik. Juga bisa terjadi putus di tegah kabel yang berakibat komputer tidak bisa hidup.

Perlu juga diperhatikan penggunaan Travo yang baik untuk komputer anda. Bila kualitas travo yang anda gunakan bermutu jelek, lebih baik anda tidak mempergunakan travo sama sekali.

Diposkan oleh Ustman Daud di 09:37 0 komentar
Reaksi:

Jumat, 09 April 2010

Keyboard Anda Tidak Berfungsi? Ini Solusinya

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

mempercepat browsing


Sebetulnya ini hanya rewrite dari postingan sobat aku, Uda. karna aku rasa sangat berguna, maka aku share juga dengan teman-teman, barangkali ada yang belum tahu. Masih seputar internet, “Trik Mempercepat Browsing” aku rasa akan tetap menarik untuk disimak. Cara ini tidak memerlukan software untuk melakukannya, hanya sedikit setting pada PC kamu.
QoS yang bernama lengkap Quality of Service disediakan dengan tujuan untuk memastikan bahwa jaringan kamu udah bekerja dengan baik. Tetapi kenyataannya QoS ini tidak begitu berguna.

Dan celakanya lagi QoS ini telah memakan 20% dari bandwidth yang tersedia di perangkat kamu.

Wah…wah…wah….   (>.<)
Sekarang kita akan ganti QoS yang memakai bandwidth 20% tersebut menjadi 0% (nol persen).

berikut ini langkah-langkahnya :

1. Klik Start
2. Klik Run
3. Ketik gpedit.msc
4. Klik OK
5. Klik tanda (+) pada Computer Configuration
6. Klik tanda (+) pada Administrative Templates
7. Klik tanda (+) pada Network
8. Klik pada folder QoS Packet Scheduler
9. Sekarang alihkan pandangan kamu ke sidebar yang di sebelah kanan
10. Klik 2x pada file Limit reservable bandwidth

11. Klik pada lingkaran Enable
12. Ketik 0 (nol) pada kolom Bandwidth limit [%]
13. Klik OK
14. Selesai, Silahkan keluar dari halaman Group Policy tersebut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar